Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BP Batam berencana membangun saluran air dari Lingga dengan pipa bawah laut sepanjang 100 kilometer untuk menyuplai air dari Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, ke Batam.
Hal ini diungkapkan Deputi IV BP Batam Eko Susanto Budianto, Selasa (13/11).
Menurut dia, kebutuhan air di Batam tiap tahun akan terus meningkat. Pada 2040 diperkirakan kebutuhan masyarakat Batam mencapai 6 ribu liter per detik. Saat ini kemampuan Batam dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini hanya sekitar 3.800 liter per detik.
"Pemerintah pusat nantinya akan merangkul investor untuk mewujudkan hal tersebut, karena ini merupakan proyek jangka panjang yang berpotensial untuk digarap," katanya, Selasa (12/11).
Menurutnya, BP Batam merencanakan pembangunan pipa bawah laut ini pada 2019 dan proses pembangunannya menghabiskan waktu selama 5 tahun.
Baca juga: Pekerja Tambang Timah Diminta Waspada Longsor dan Petir
Di tempat terpisah, Bupati Lingga, Alias Wello mengaku wilayahnya memiliki delapan sumber mata air di Pulau Lingga dan lima lainnya di Pulau Singkep. Setiap sumber mata air tersebut setidaknya menghasilkan 6 ribu liter per detik.
"Padahal pemakaian air di Kabupaten Lingga hanya dua ribu liter per detik jika di musim penghujan dan 4 ribu liter per detik di musim kemarau. Nah kelebihan air ini yang akan kami salurkan ke Batam dan memberikan manfaat kepada masyarakat di Batam," katanya.
Dia mengatakan, air bersih yang ada saa ini di Lingga banyak terbuang ke laut. Contohnya seperti di Air Terjun Sipanjang, yang ada di daerah tersebut, harusnya dapat digunakan. Akan tetapi, hanya terbuang saja sehingga mengalir ke laut.
Ia mengatakan, butuh pengembangan dan pemanfaatan air ini berupa pemasangan pipa bawah laut. Biaya yang diperhitungkan tidak sedikit, setidaknya setiap meter pipa butuh Rp5 miliar. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved