Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JALAN nasional yang menjadi akses utama penghubung Kecamatan Naringgul serta Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menuju ke Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, terputus.
Hal itu menyusul ambruknya tebing setinggi lebih kurang 20 meter di Kampung Cigarogol RT 01/01, Desa/Kecamatan Naringgul, Cianjur, Sabtu (10/11) malam. Material tanah longsor setinggi 4 meter menutup jalan sepanjang 20 meter.
Tertutupnya akses jalan itu mengakibatkan warga yang hendak menjual hasil bumi ke wilayah Kabupaten Bandung terpaksa batal. “Biasanya kami menjual hasil bumi ke Pasar Caringin di Bandung. Sekarang dengan kondisi sekarang batal menjual hasil bumi,” ujar Hasan, warga.
Ia berharap material tanah longsor yang menutupi jalan segera dibersihkan. Kalau penanganan longsor lama, bisa jadi hasil bumi yang akan dijual membusuk.
Banjir bandang dan longsor juga terjadi di dua desa di Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jatim. Ini setelah adanya hujan deras di kawasan selatan kabupaten setempat.
Banjir mengakibatkan akses jalur masuk desa terputus. Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Kantor BPBD Bojonegoro, Eko Susanto, menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dari pendataan di dua lokasi itu dampak banjir bandang dan longsor tidak meluas.
Banjir di sejumlah wilayah di Riau akhirnya menelan korban jiwa. Di Kabupaten Indragiri Hulu, banjir dari luapan Sungai Indragiri mengakibatkan dua anak tewas tenggelam. Kapolres Indragiri Hulu Ajun Komisaris Besar Darmin Ginting mengatakan peristiwa itu disebabkan kelalaian orangtua.
Berdasarkan data sementara yang diterima BPBD Riau, banjir dengan ketinggian air sekitar 50-90 cm di Indragiri Hulu telah merendam sebanyak 59 desa di 8 kecamatan. Ada 1.437 rumah terendam dengan 1.496 kepala keluarga.
Berubah fungsi
Hilangnya resapan air akibat pembangunan kawasan industri menjadi salah satu penyebab seringnya Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diterjang banjir dan genangan.
“Sejumlah kecamatan yang menjadi daerah industri di Karawang dahulu merupakan wilayah perbukitan dan hutan. Banyak juga ponor dan danau alami yang bisa menjadi penampung air sementara. Saat ini sudah habis karena adanya pembangunan,” kata Sekretaris Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum (Forkadasc) Yuda Febrian, kemarin.
Yuda mengatakan pembangunan wilayah industri menjadikan salah satu beban run off bagi wilayah banjir di Karawang. Pasalnya, pembangunan kawasan industri justru tidak diperhitungkan wilayah resapan air.
“Banyak dari mereka yang membuang drainasenya langsung ke sungai. Danau buatan yang mereka bangun pun tidak mencukupi untuk menampung air dan justru kemudian digelontorkan ke anak sungai,” katanya.
Hal itu pun dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Karawang, Acep Jamhuri. Banyaknya danau alami yang hancur akibat pembangunan kawasan industri menjadi salah satu penyebab banjir di Karawang. “Iya kawasan industri itu dahulunya merupakan situ-situ alami. Yang menjadi wilayah resapan air untuk Karawang,” kata dia.
Hujan deras disertai petir dan angin kencang diprediksi terjadi selama sepekan ke depan. Hal itu berdasarkan prediksi dari BMKG. (CS/YK/AD/LD/PO/JS/DW/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved