Malaikat Pelindung dari Menara ATC

Gnr
12/11/2018 00:50
Malaikat Pelindung dari Menara ATC
(ANTARA/Darwin Fatir/nz)

LINDU yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9) telah membuat menara pengendali lalu lintas udara (air traffic control) Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri bergoyang hebat. Seluruh kru ATC pun berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Keinginan untuk menyelamatkan diri pun mendesak kuat dalam pikiran Anthonius Gunawan Agung, petugas ATC yang memandu lepas landas pesawat. Namun, matanya tertuju pada pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6231 rute Palu-Makassar yang siap lepas landas di ujung landasan.

Memikirkan nasib ratusan penumpang pesawat itu, Anthonius memilih tak beranjak dari tempat duduknya dan memandu proses lepas landas pesawat yang dikemudikan pilot Ricosetta Mafella tersebut.

“Batik 6231 runway 33 clear for take off,” kata Anthonius dengan tenang saat memandu ‘burung besi’ itu mengudara terhindar dari guncangan gempa. Itu jadi panduan terakhir yang didengungkan Anthonius. Kaki yang sudah tak kuasa ingin berlari pun tetap ditahan Anthonius sesaat setelah pesawat yang dipandunya mengudara untuk memastikan pesawat Batik Air mengudara dengan baik (airborne).

Setelah yakin, pemuda 22 tahun kelahiran Abepura, Jayapura itu pun segera bergegas menyelamatkan diri. Nahas, saat berusaha menyelamatkan diri, sejumlah lantai dalam gedung ATC runtuh. Jalan keluarnya tertutup. Anthonius pun memutuskan melompat dari lantai 4 gedung ATC.

Putra pasangan Johanes Thola dan Anastasia Endang Setyawati itu pun mengalami luka dan patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. Sempat mendapatkan perawatan, pemuda yang bertugas di ATC setelah menjalani pendidikan pelatihan dari Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan atau AirNav Indonesia itu pun menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (29/9).


Pahlawan

Pengorbanan Anthonius mendapat apresiasi luar biasa dari banyak pihak. AirNav Indonesia bahkan memberikan tanda jasa Adikarya Dirgantara Pralabda serta kenaikan tingkat jabatan luar biasa sebanyak dua tingkat.

Anthonius dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pannara, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (1/10). “Keluarga besar AirNav Indonesia berduka atas berpulangnya Almarhum. Almarhum Agung telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam memberikan pelayanan untuk mewujudkan keselamatan penerbangan,” kata Direktur AirNav, Novie Riyanto, dalam keterangan tertulisnya.

Penghargaan terhadap jasa Anthonius juga ditunjukkan TNI melalui Kodam XIV/Hasanuddin yang menggelar pemakaman secara militer. Upacara kebesaran itu dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa dan pengorbanan almarhum Anthonius kepada negara dan bangsa.

Di laman media sosialnya, pilot Batik Air, Ricosetta, yang penerbangannya diselamatkan Agung pun secara tersirat menyebut Anthonius sebagai pahlawan dan malaikat pelindungnya.  ‘Rest peacefully my wing man, God be with you,’ tulis Ricosetta yang juga memajang foto Anthonius dalam status medsosnya.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya