IPI Berkomitmen Ciptakan Kemandirian Pesantren

Micom
10/11/2018 20:25
IPI Berkomitmen Ciptakan Kemandirian Pesantren
(Ist)

IKATAN Pesantren Indonesia (IPI) Jawa Timur wilayah timur yang meliputi Kabupaten Bondowoso, Probolinggo, Situbondo, Jember, Lumajang dan Banyuwangi, menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi di Wisma Wakil Bondowoso, Sabtu (10/11).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bondowoso, Muhammad Hidayah mengatakan, IPI saat ini tengah fokus untuk memperkuat organisasi dan berkoordinasi program kerja kedepan melalui usaha-usaha kemandirian pesantren di 6 kabupaten.

Hasilnya, dengan terbentuknya pengurus di tingkat kecamatan, nantinya DPC IPI akan membreackdown program kerja IPI, untuk membantu pesantren di wilayah timur dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) para santri, sehingga mampu mandiri dalam bidang ekonomi.

"Saya meyakini kedepan IPI akan melahirkan santri-santri yang unggul, berakhlak karimah, memiliki kemandirian, dan daya saing yang unggul. Dan dalam pertemuan ini nantinya akan menerbitkan kartu santri yang bekerjasama dengan beberapa bank," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPI pusat, KH RK Zaini Ahmad kepada Bharata Online menerangkan, pesantren yang mayoritas terdiri para santri, harus bisa menjadikan pesantren mandiri, independen dan berkualitas.

"Santri harus bisa melanjutkan perjuangannya para ulama. Tentunya, para santri harus meningkatkan kapasitas pesantren. Jadi, santri harus bisa hadir dalam menggerakkan dan meningkatkan perekonomian di masyarakat," tuturnya.

Untuk meningkatkan kualitas para santri, lanjutnya, harus ditopang dengan dunia pendidikan yang mumpuni. Zaini Ahmad juga menambahkan, para pendidik seperti ustad dan ustadza harus siap dalam hal ukhrawiyah (keagamaan) dan duniawi (ekonomi) untuk meningkatkan SDM para santri.

"Jika SDM para santri berkualitas, tentunya akan berdampak pada lingkungan masyarakat di sekitarnya. Sehingga ada peningkatan perekonomian yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Program kerja IPI harus didukung oleh pemerintah. Artinya, ulama dan umaro harus bersinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar negara ini bisamakmur adil dan sentosa.

"Pemerintah dan pesantren harus bersinergi. Karena pemreintah sebagai penyelenggara sistem pemerintahan yang terangkum dalam undang-undang hukum di Indoneisa. Sedangkan hukum syariah (agamanya) adalah para ulama. Ini harus seimbang," jelasnya.

Ketua umum DPD IPI ini juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso, yang saat ini telah memperhatikan lembaga di pesantren melalui Bosda.

"Setidaknya dengan Bosda semua lembaga pendidikan di pesantren di Bondowoso akan terbantu. Saya lihat di Bondowoso sudah bagus dan ada perhatian kepada Madin-madin di pesantren," tukasnya.

Sementara, Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar yang tidak bisa hadir dalam acara tersebut, melalui telepon selulernya mengatakan, DPC IPI Bondowoso harus mampu mengaktualisasikan pemikiran-pemikiran yang dapat berkontribusi secara positif, bagi kemandirian pesantren, khususnya di bidang ekonomi.

"Sasya berharap IPI menjadikan potensi dan kekuatan pesantren, agar terkumpul menjadi satu kekuatan besar, yang dapat menjadikan eksistensi pesantren di perhitungkan. Kami, atas nama Pemkab Bondowoso, akan senantiasa menjalin kerjasama dengan IPI untuk meningkatkan kualitas pesantren," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum DPP IPI pusat secara simbolis menyerahkan bantuan 500 Alquran kepada Ketua DPC IPI Kabupaten Bondowoso. (RO/OL-1)

 

 

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya