DI bawah kepemimpinan Ineu Purwadewi Sundari, DPRD Jawa Barat berubah warna. Seluruh dewan terlihat memaksimalkan kinerjanya, baik dalam hal pengawasan, budgeting, maupun legislasi. Kepekaan terhadap masalah di masyarakat dan menjaring aspirasi juga terus dilakukannya dengan maksimal.
Menurut Ineu, dengan tantangan yang lebih kompleks, sekarang ini pihaknya hanya meminta para anggota DPRD Jabar untuk cepat bekerja demi kesejahteraan rakyat.
"Sekarang mari kita kerja, kerja, dan kerja. Tantangan tidak ringan, apalagi menghadapi tuntutan masyarakat begitu besar," terang Ineu, belum lama ini.
Bahkan dalam menunjang kinerja, Ineu juga menekankan adanya keterbukaan informasi bagi masyarakat. Menurut Ineu, keterbukaan informasi menjadi syarat terwujudnya pemerintahan yang baik. "Jaminan kebebasan menerima informasi menjadi sarana mendorong pemerintah yang baik sehingga bisa terkontrol oleh masyarakat," kata Ineu.
Anjuran Ineu agar DPRD bekerja maksimal ini dilaksanakan para anggota DPRD Jabar. Misalnya, untuk meningkatkan kinerja seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) yang dimiliki Pemprov Jabar, Komisi III DPRD Jabar terus mengunjungi sejumlah BUMD.
Ketua Komisi III DPRD Jabar Didin Supriadin mengatakan keberadaan BUMD yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus memberi kontribusi yang maksimal bagi pendapatan daerah. BUMD dituntut menghasilkan keuntungan sebesar mungkin agar tidak membebani pemprov.
Lebih cepat Pihak DPRD Jabar terus mendorong Pemprov Jabar meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Anggaran kesehatan diproyeksikan bisa memenuhi 10% dari jumlah volume APBD.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, memaparkan pihak DPRD Jabar sejalan dengan acuan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Kesehatan untuk mendukung tercapainya pembangunan kesehatan yang berorientasi terbentuknya hidup sehat di kalangan masyarakat.
Adapun kinerja untuk mengembangkan bidang pendidikan, DPRD Jabar dan Pemprov Jabar bersungguh-sungguh dalam meningkatkan mutu pendidikan. Komitmen tersebut sudah jelas terlihat dari pembangunan RKB, peningkatan sertifikasi tenaga pendidik, memperbanyak perguruan tinggi, dan lainnya.
"Pendidikan ini sangat penting, maka kami akan terus dukung Pemprov Jabar dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan di Jabar, baik dalam anggaran maupun fungsi dewan lainnya," ungkap Ketua Komisi V DPRD Jabar Agus Wellyanto.
Kerja keras DPRD Jabar mendapatkan pujian dari sejumlah kalangan. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, misalnya. Menurut dia, DPRD Jabar sekarang ini lebih cepat dalam kinerjanya sehingga kinerja eksekutif sangat terbantu untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. "Sekarang ini DPRD Jabar lebih cepat. Kami sangat terbantu," ungkap Ahmad Heryawan dalam sebuah acara silaturahim partai politik.
Pujian juga datang dari pendiri West Java Parliament Wacth Naga Santana. Menurut dia, keterbukaan dalam proses penyusunan anggaran, DPRD Jabar sudah cukup terbuka, tetapi perlu ditingkatkan lagi. "Kini sudah mulai terbuka, tinggal terbuka lagi agar kita bisa mengawasi demi kepentingan masyarakat," ujar Naga.(EM/BU/N-2)