Sulsel Digelontor Benih Jagung Cepat Panen

(LN/N-1)
10/11/2018 11:15
Sulsel Digelontor Benih Jagung Cepat Panen
(ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

SULAWESI Selatan merupakan provinsi kelima terbesar penghasil jagung di Indonesia. Untuk memacu produksi dan meminimalkan risiko serangan bulai di musim tanam basah kali ini telah disiapkan 400–500 ton benih jagung hibrida tahan bulai yang mampu ditanam rapat.  

Seperti dikemukakan Benny Sugiharto, Managing Director Corteva Agriscience, produsen benih jagung hibrida merek Pioneer di Makassar, benih jagung yang disiapkan untuk Sulsel ialah varietas P36 Bekisar. Benih itu dinilai sangat cocok ditanam petani di Sulsel,  seperti di Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, hingga Bulukumba.

“Sulsel memiliki potensi besar. Karakter petaninya kritis. P36 Bekisar ini sesuai SK Menteri Pertanian saat pelepasan varietas memiliki keunggulan selain besar dan panjang, cepat panen dan tahan terhadap penyakit bulai, juga bisa ditanam rapat,” kata Yuana K Leksana, Portfolio Corteva Agriscience.

Menurut dia, Corteva telah lama masuk pasar di Sulsel. Kali ini varietas terbaru yang dihadirkan sesuai keinginan petani Sulsel ialah yang tongkolnya besar dan panjang, tahan roboh sehingga bisa ditanam rapat, warna bijinya merah, dan tahan bulai.

Pihaknya pun menyiapkan 400-500 ton jagung P36 Bekisar di musim tanam ini. Saat ini persentase penggunaan jagung hibrida di Sulsel mencapai 50%-60%. Jika dibandingkan dengan jagung lokal lain, hasil produksi jagung P36 Bekisar bisa melimpah dua kali lipat sekali panen.

Kehadiran P36 Bekisar diharapkan dapat membantu pemerintah memenuhi kebutuhan domestik, hal yang jadi polemik belakangan ini.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya