Pemkot Denpasar Ingin Maksimalkan Sektor Ekonomi Kreatif

Micom
07/11/2018 21:35
Pemkot Denpasar Ingin Maksimalkan Sektor Ekonomi Kreatif
(Ist)

GUNA mendukung maksimalnya penerapan dan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar terus mengepakkan sayap dengan menggandeng berbagai elemen pendukung ekonomi kreatif.

Kali ini, dalam rangka Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif (World Conference on Creative Economy/WCCE) 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/11), dilaksanakan juga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Denpasar dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dengan Kepala Bekraf, Triawan Munaf.

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta peserta WCCE 2018.

Dalam sambutan bersama antara Menlu RI bersama Kepala Bekraf, dijelaskan bahwa Indonesia ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa ekonomi kreatif berpotensi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi negara.

Penegasan ini disampaikan Triawan dalam acara WCCE yang pertama kali diadakan secara internasional di Nusa Dua, Bali, 6-8 November.

"Sumber daya ekonomi kreatif berasal dari ide dan gagasan manusia yang tak akan pernah habis selama manusia tetap eksis," kata Triawan.

WCCE diikuti delegasi lebih dari 50 negara dan 2.000 peserta. Konferensi ini juga menghadirkan lebih dari 20 tokoh ternama di dunia kreatif yang menjadi pembicara.

Di antaranya sutradara terbaik Emmy Awards Lisa Russel, CEO and Co-Founder Moonton (Mobile Legend) Justin Yuan, CEO and Co-Founder Net Mediatama Television Wishnutama Kusubandio, Presiden China Film Group Corporation Le Kexi, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dan masih banyak tokoh lainnya.

"WCCE ini mengusung tema Inclusively Creative, karena kami ingin ada pemahaman bersama dan landasan bersama untuk mengembangkan ekonomi secara global.

Karena itu kunci utama pengembangan ekonomi kreatif adalah kolaborasi," jelas Triawan.

Sementara, Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, menjelaskan bahwa Denpasar sebagai salah satu kota yang fokus pada pengembangan ekonomi kreatif menyambut baik adanya konferensi internasional ekonomi kreatif yang dilaksanakan di Bali ini.

Dengan kegiatan ini, sektor-sektor ekonomi kreatif sesuai dengan visi misi Kota Denpasar diharapkan dapat terus dimaksimalkan.

"Semoga dengan adanya konferensi ini mampu memaksimalkan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak utama perekonomian daerah bahkan negara," jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya MoU ini diharapkan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar yang hingga kini sudah menyasar beragam elemen ini dapat terus disempurnakan.

Sehingga upaya dalam menciptakan Denpasar kreatif yang berwawasan budaya dapat memberikan kebahagiaan dalam mencapai kesejahteraan rakyat.

"Ekonomi Kreatif bukan inovasi baru di Denpasar, kita sudah sejak lama mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang memang menjadi kebudayaan dan kearifan lokal Bali dalam bidang ekonomi kerakyatan, dan semoga ke depan dapat terus dimaksimalkan dalam mendukung roda perekonomian dan pembangunan di segala bidang menuju kesejahteraan rakyat," ungkap Jaya Negara. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya