Tagana Kalbar Gelar Bakti Sosial 2018

Antara
07/11/2018 18:05
Tagana Kalbar Gelar Bakti Sosial 2018
(Ist)

TARUNA Siaga Bencana (Tagana) se-Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan Bakti Sosial ke-IV Tahun 2018 sebagai wujud komitmen dalam membantu masyarakat menghadapi kejadian bencana.

'Adil Katalino Bacaramin Kasaruga Basengat Kajubata' yang memiliki makna berlaku adil sesama manusia, kehidupan manusia mencerminkan usaha menuju surga dan selalu menyadari atas kuasa Tuhan.

Inilah ucapan salam yang terus menerus digaungkan dalam acara tersebut.

Bertempat di tanah yang penuh toleransi dan nilai-nilai kemanusiaan di Kabupaten Kubu Raya, telah dilaksanakan Baksos Tagana Indonesia Tahun 2018 dengan mengerahkan 300 orang Tagana yang mewakili seluruh kabupaten/kota se-Kalbar.

Jumlah Tagana di Provinsi Kalbar sebanyak 894 orang. Ini adalah potensi luar biasa bagi Tagana Indonesia yang berjumlah 37.817 orang. Selain Tagana, juga ada sekitar 65.000 Sahabat TAGANA.

Acara dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalbar, Dirjen Linjamsos, Kadis Provinsi Kalbar, Direktur PSKBA, dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta dihadiri oleh 300 orang Tagana, pendamping PKH, TKSK, pengurus Kampung Siaga Bencana, dan undangan lainnya.

Sepanjang 2018, di berbagai wilayah di Indonesia setidaknya terdapat 1.235 kejadian bencana, dan korban meninggal mencapai 3.360 jiwa, 489 jiwa luka-luka, 2.770.814 mengungsi, dan 231.798 unit rumah rusak berat, sedang, maupun kecil.

Gempa yang mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengakibatkan 567 orang meninggal dunia, 1.478 jiwa luka berat dan kurang lebih 358.029 orang mengungsi.

Selain itu, bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Provinsi Sulawesi Tengah mengakibatkan 2.087 orang meninggal dunia, 4.438 jiwa luka berat dan 180.594 orang mengungsi.

Kejadian ini semakin meyakinkan paradigma pentingnya penanggulangan bencana berbasis masyarakat, serta menempatkan masyarakat sebagai subyek penanggulangan bencana.

Mereka-lah unsur pertama dan utama dalam penanggulangan bencana sebelum bantuan datang dari luar.

Pada 24 Maret 2004, Kementerian Sosial menginisiasi berdirinya relawan kemanusiaan Tagana yang telah memberikan kiprah nyata dalam penanggulangan bencana selama ini.

Tagana merupakan relawan sosial terlatih yang berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana terutama tanggap darurat, perlindungan sosial, dan layanan dukungan psikososial.

Melalui Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Tagana dan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 29 Tahun 2012 tentang Tagana dan memperbaharui Peraturan Menteri Sosial Nomor 82 Tahun 2006 tentang Tagana, lebih jelas eksistensinya dan pembinaannya serta pengembangan tugas mulai dari logistik shelter, evakuasi, pendampingan psikososial dan advokasi sosial penanggulangan bencana.

Jumlah tagana sebanyak 37.817 yang tersebar di seluruh Indonesia, merupakan potensi yang sangat berharga namun jumlah ini belum sepadan dengan kerawanan dan luasnya negara kita. Karenanya, Kemensos berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas Tagana sebagai "Front Liner" dalam penanggulangan bencana.

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sistem deteksi dini (early warning system) harus dibangun di semua wilayah yang berisiko bencana, termasuk sistem respons yang tepat untuk pengurangan risiko bencana.

Menteri Sosial Agus Gumiwang memastikan upaya deteksi dini berbasis komunitas merupakan prioritas alternatif penanggulangan bencana, yang diperankan Tagana dan KSB.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Himmat, dalam sambutannya menyatakan bahwa komitmen sebagai relawan sejati tetap harus terjaga dan sebagai relawan sosial perlu memiliki komitmen, kemampuan, dan militansi dalam penanggulangan bencana.  

"Selain masyarakat harus tangguh dalam penanganan bencana alam, maka kita pastikan masyarakat harus rukun dan tentram sehingga kita mendapatkan kebahagiaan lahir dan bathin.

Selain itu, pendamping PKH wajib hadir dan bahu membahu dengan Tagana. Untuk menambah kekuatan korps Tagana, lakukan sesuatu yang sanggup saudara lakukan," ujar Harry memotivasi para pendamping PKH yang turut hadir dalam acara baksos tersebut. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya