14 Hari Masa Tanggap Darurat

Kristiadi
08/11/2018 00:45
14 Hari Masa Tanggap Darurat
(MI/ Kristiadi)

WAKIL Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Ade Sugianto menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari dan berlaku sejak kemarin. “Badan Penanggulangan Bencana Daerah akan terus berkoordinasi dan mengantisipasi keadaan darurat bencana dengan cepat. Saat ini catatan sementara ada 871 keluarga yang terdampak bencana banjir,” kata Ade Sugianto saat meninjau lokasi robohnya jembatan penghubung antara Tasikmalaya dan Kabupaten Garut, Rabu (7/11).

Jembatan yang berada di Desa Ciandum, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, ini roboh setelah dihantam banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga kecamatan. Hingga saat ini masih ada satu kecamatan yakni Kecamatan Culamega masih terisolasi.

Pada kesempatan sama, Kepala Satuan Kerja Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional, Andri Irfan mengatakan akan segera dibangun jembatan bailey agar terbuka akses jalan dari Tasikmalaya ke Garut dan sebaliknya. “Tapi, kendaraan yang boleh lewat harus dibatasi muatannya 15 ton,” ujarnya.

Sementara itu, tim gabungan kesulitan mencari korban meninggal di Kecamatan Culamega. Pasalnya, sampai sekarang kecamatan tersebut masih terendam lumpur dan terisolasi. Sebelumnya tim gabungan berhasil menemukan lima korban tewas dalam bencana tanah longsor tersebut.

Banjir juga melanda Jambi. Ribuan rumah warga di Kabupaten Bungo, Kota Sungaipenuh, dan Kabupaten Tebo terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batanghari. Berdasarkan laporan BPBD Jambi, sekitar 900 rumah di Kabupaten Bungo terendam banjir. Kemudian di Kota Sungaipenuh ada 200 rumah yang berdekatan dengan bantaran Sungai Batanghari terendam air. Sebaliknya di Kabupaten Cianjur, banjir yang merendam perkampungan Kertamukti RT 01/03, Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta kini sudah surut.

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan satu rumah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, roboh. Masa peralihan musim kemarau ke musim hujan menyebabkan seorang penggembala kerbau di Sumatra Selatan tewas tersambar petir.

Antisipasi banjir

Pada bagian lain, memasuki musim penghujan daerah mulai mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Dari Sumatra Utara, Pemerintah Kota Medan melakukan berbagai upaya mengatasi banjir. Salah satunya ialah perbaikan drainase. Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menegaskan saat ini prioritas utama ialah pemeliharaan saluran drainase agar Kota Medan tidak banjir seperti sebelumnya.

Sama halnya di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, untuk mencegah bencana dan melahirkan desa-desa tangguh bencana, pemkab setempat lebih meningkatkan edukasi pen-tingnya mengurangi risiko bencana banjir.

Tanah longsor akibat hujan deras di Kabupaten Karawang menyebabkan rusaknya tanggul Sungai Citarum di Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya. Tanggul mengalami retak sepanjang 10 meter dan tanah longsor.

Akibat banyaknya kejadian bencana alam baik banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta agar masyarakat waspadai bencana. Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan hujan ekstrem yang terjadi sebetulnya baru awal musim penghujan. “Berdasarkan prakiraan kami, puncak musim hujan Desember atau Januari,” kata Teguh. (SL/YK/YP/DW/BB/CS/LD/RF/AB/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya