Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA curah hujan pada sejumlah daerah di Riau menyebabkan banjir. Sejauh ini, sebanyak 2.949 rumah dan 1.513 hektare sawah terendam banjir di Kabupaten Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Muhammad Mustofa, Selasa (6/11), mengatakan, banjir di wilayahnya terjadi akibat meluapnya Sungai Kuantan. Namun, bencana itu tidak menimbulkan korban jiwa.
"Kami membantu warga untuk mengungsi ke lokasi yang aman. Banjir belum terlalu mengganggu aktivitas warga karena belum ada sekolah yang diliburkan," jelas Kapolres, Selasa.
Mustofa mengungkapkan, banjir melanda bagian hulu Sungai Kuantan di Kecamatan Hulu Kuantan dan Kecamatan Kuantan Mudik. Saat ini, kondisi air sudah mulai surut sekitar 1,5 sentimeter dari ketinggian air banjir luapan Sungai Kuantan yang mencapai 60 hingga 90 cm.
Sedangkan, banjir di Kecamatan Gunung Toar terjadi di 5 desa, Kecamatan Pangean 12 desa, Kecamatan Kuantan Tengah 10 desa, Kecamatan Sentajo Raya 3 desa, Kecamatan Benai 10 desa, Kecamatan Kuantan Hilir 2 desa, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang 7 desa, Kecamatan Inuman 7 desa, dan Kecamatan Cerenti sebanyak 4 desa.
"Kami juga berupaya menyalurkan bantuan terutama kebutuhan pokok bagi korban banjir," ujar Kapolres.
Sementara banjir dilaporkan juga terjadi di Kecamatan Peranap dan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Banjir mengakibatkan badan jalan antarkecamatan terendam air setinggi 30 cm. Meski cukup deras, genangan air masih belum mengganggu aktivitas warga.
PLN Unit Layanan PLTA Kota Panjang di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, pada pukul 14.00 WIB, Minggu (4/11), membuka tiga pintu air waduk PLTA yaitu pintu 1, 3, dan 5 dengan masing-masing 30 cm. Diperkirakan akan terjadi kenaikan elevasi Sungai Kampar antara 30 sampai 60 cm.
Sementara itu, pembukaan pintu pelimpahan atau spillway gate waduk PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau terpaksa harus dilakukan akibat tingginya curah hujan selama sepekan terakhir. Saat ini, elevasi waduk tersebut melebihi ambang batas aman 82,50 mdpl dan harus dilepas ke Sungai Kampar.
"Kami mengimbau warga yang tinggal di pinggiran Sungai Kampar, maupun yang beraktivitas di sungai untuk berhati-hati dan waspada ketika akan melakukan aktivitas di pinggiran sungai. Sebaiknya untuk sementara waktu tidak posisi melakukan aktivitas di sungai atau bantaran Sungai Kampar sampai kondisi yang stabil dan aman untuk beraktivitas," kata Manager Unit Layanan PLTA Koto Panjang, Muhammad Rusdi.
Rusdi mengatakan, pembukaan tiga pintu air waduk PLTA yaitu pintu 1, 3, dan 5 dengan masing-masing 30 cm telah membuat kenaikan elevasi Sungai Kampar antara 30 sampai 60 cm. Sebanyak 12 desa di sepanjang bantaran Sungai Kampar kerap menjadi langganan banjir diimbau waspada. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved