Bongkahan Batu Rusak Warung di Objek Wisata Sanghyang Heuleut

Depi Gunawan
05/11/2018 18:35
Bongkahan Batu Rusak Warung di Objek Wisata Sanghyang Heuleut
(Ist)

BENCANA kembali mengancam warga Kabupaten Bandung Barat, sebuah warung di objek wisata Sanghyang Heuleut, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, rusak parah karena tertimpa bongkahan batu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Dicky Maulana, mengungkapkan, bencana tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, objek wisata Sanghyang Heuleut sementara ditutup untuk menghindari kejadian serupa.

"Longsoran batu menimpa warung. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan luka, kejadiannya hari Sabtu (3/11) lalu," ungkapnya di Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (5/11).

Di wilayah berbeda, bencana longsor terjadi di Kampung Cinangka, Desa Buninegara, Kecamatan Gununghalu, di dua titik pada Minggu (4/11) kemarin. Longsor tersebut mengancam sebuah masjid dan rumah warga. Anggota BPBD telah melakukan asesmen ke lokasi tersebut. Dengan dibantu warga, petugas bergotong royong membersihkan material longsoran.

Bencana di musim hujan juga menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah di Kampung Kiarapayung Rt 3 Rw 3 Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah. Hingga saat ini, BPBD mencatat telah terjadi 19 kali bencana di Bandung Barat sejak memasuki musim hujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Agus Rudianto, menerangkan, 15 kecamatan di Bandung Barat berpotensi mengalami bencana longsor.

"Hampir semua (kecamatan) kecuali Batujajar. Gununghalu paling banyak zona merah longsornya," terang Agus.

Agus mengimbau masyarakat yang berada di zona rawan selalu berhati-hati dalam menghadapi musim hujan. Apabila terdapat potensi bencana longsor maupun banjir, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada BPBD.

"Selalu siap siaga menghadapi musim hujan, baik yang di lokasi rawan banjir atau longsor. Tetap tenang dan tidak panik, juga selalu berdoa supaya dijauhkan dari segala bencana," jelasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat kembali meminta masyarakat untuk mewaspadai terhadap adanya peningkatan hujan di sebagian wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Dalam keterangannya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, menyampaikan, dalam tiga hari ke depan konsentrasi curah hujan akan meluas ke wilayah Jawa yang disebabkan adanya perlambatan dan area pertemuan angin yang memanjang dari Jawa bagian Timur hingga Barat sehingga meningkatkan kelembapan udara di wilayah Jawa.

"Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode beberapa hari ke depan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya