Di 2019, Waduk Wampu Kelar

(YP/N-1)
05/11/2018 05:05
Di 2019, Waduk Wampu Kelar
(Ist)

WARGA yang bermukim di sekitar Sungai Wampu Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, meminta agar pemerintah menyelesaikan pembangunan Bendungan Sei Wampu pada 2019 karena pertimbangan risiko dan faktor ekonomi.

Darma Yadi, tokoh masyarakat Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Hinai, mengatakan masyarakat di desanya sangat berharap pembangunan Bendungan Sei Wampu tidak terbengkalai. Kecamatan Hinai merupakan satu dari empat kecamatan yang paling dekat dengan bendungan, selain Stabat, Secanggang dan Kecamatan Wampu. "Kalau sampai terbengkalai, kami tidak tahu bagaimana lagi dampaknya terhadap lahan pertanian kami," ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi pembangunan proyek bendungan di Desa Pantai Gemi, Langkat, kemarin.

Dikatakan, bila bendungan terbengkalai, akan berdampak sangat besar terhadap lahan pertanian dan permukiman warga karena pengerjaan proyek sudah menutup aliran-aliran kecil sungai. Sei Wampu juga menerima aliran sejumlah sungai di sekitarnya, seperti Batangserangan dan Bahorok, sehingga bila meluap sangat berpotensi mengakibatkan banjir, bahkan dapat menenggelamkan wilayah-wilayah terdekat, dengan dilakukannya penutupan tersebut.

Proyek Bendungan Sei Wampu mulai dikerjakan pada awal 2017 oleh dua perusahaan konstruksi BUMN, yakni Adhi Karya dan Nindya Karya, dengan sistem KSO. Pembangunan waduk seluas 48 hektare itu menelan biaya sebesar Rp270 miliar menggunakan alokasi APBN secara multiyears.

Bendungan ini akan menjadi induk dari irigasi yang akan mengairi lahan persawahan seluas 10.991 hektare di empat kecamatan. Selama ini lahan pertanian di sana, khususnya padi, bersifat tadah hujan. Bendungan ini juga akan membantu Langkat menjaga ketahanan pangan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya