Sampah Picu Wisatawan Mancanegara Muntah

JL/N-3
05/11/2018 02:45
Sampah Picu Wisatawan Mancanegara Muntah
(ANTARA)

SAMPAH yang berserakan dan menimbulkan bau tak sedap menyebabkan dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Belgia muntah-muntah di Dermaga TPI Labuan Bajo, kemarin siang.

Pemandangan jorok sudah terlihat sejak di mulut dermaga apung, lokasi tempat pelelangan ikan (TPI) Kampung Ujung, Kelurahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Kawasan wisata tersebut terkesan tidak dikelola dengan serius untuk menggaet wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Bau tak sedap menyambut setiap wisatawan yang datang.

Kondisi itu membuat dua wisatawan asal Belgia yang baru saja turun dari perahu KLM Warisan Komodo seusai berwisata dari Pulau Komodo terlihat muntah-muntah.

"Waktu saya lihat, dua turis baru saja turun dari speed (speedboat) di dermaga apung TPI ini, keduanya langsung muntah-muntah. Kami kira mabok laut, ternyata keduanya tidak tahan menghirup bau tak sedap dari sampah di dermaga apung TPI," tutur Ahmad Nasir warga Labuan Bajo, kemarin.

Kedua wisatawan itu, jelas Nasir, sudah menutup hidung dengan sapu tangan. Namun, bau tak sedap lebih dulu terhirup. Beruntung, keduanya langsung dijemput taksi bandara lalu menuju Bandara komodo.

Nasir mengaku sebagai warga lokal malu melihat kondisi itu. Lokasi Kampung Ujung menjadi pusat lalu lalang turis, baik dalam dan luar negeri. Hal itu pastinya menimbulkan kesan buruk bagi kawasan wisata komodo. Di sana berserak sampah titipan dari puluhan kapal wisata, dalam kantong plastik hitam besar. Berhari-hari sampah itu belum diangkat ke lokasi tempat pembuangan akhir oleh petugas. "Dibiarkan begitu saja sudah lebih dari dua hari ini," katanya.

Maria Lasly dan Jhonatan Morgan, wisatawan asal Belgia tersebut, yang ditemui Media Indonesia di Bandara Komodo mengaku bau sampah membuat keduanya muntah-muntah.

"Baunya menyerupai bangkai. Kami harap sampah itu segera dibereskan karena ini kota wisata dunia," ungkap Lasly.

Terkait dengan masalah itu, Kepala Lingkungan Hidup Manggarai Barat Paulinus Pangol mengatakan sampah itu berasal dari puluhan kapal wisata seusai melakukan pelayaran di sejumlah objek wisata. "Biasanya mereka simpan di dermaga apung Kampung Ujung. Ditumpuk dan mungkin diacak-acak anjing sehingga berserakan. Seharusnya memang segera diangkut ke TPA," ujarnya.

"Sampahnya sudah dievakuasi siang tadi karena kendaraan angkutnya keliling kota. Jadi, hanya menunggu waktu. Sampah itu telah diangkut ke lokasi pembuangan sampah," tambahnya.

Agar tidak terulang, dia meminta semua penguna jasa angkutan wisatawan menyimpan sampah ke tempat yang disediakan. Mereka juga tidak boleh meletakkan sampah sembarangan sehingga berserakan dan menimbulkan bau busuk. Apalagi, pihaknya mengaku, kendaraan pengangkut sampah belum memadai.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya