Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA tiga agenda utama yang akan dibahas dalam pertemuan internasional The 4th Intergovermental Review Meeting on the Implementation of the Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Land-Based Activities (IGR-4), di Nusa Dua, Bali.
"Pertama, peninjauan atas pelaksanaan Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Land-based Activities (GPA) periode 2012-2017 sebagai mandat Manila Declaration," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, melalui keterangan pers yang diterima, kemarin.
Kedua, lanjutnya, menyusun kebijakan masa depan GPA periode 2018-2022. Ketiga, penyusunan program kerja GPA periode 2018-2022 yang dilaksanakan melalui Coordination Office.
"Kita akan buktikan komitmen sekaligus kepemimpinan Indonesia dalam IGR-4 ini nantinya mampu menghasilkan kesepakatan positif bagi masa depan dunia, terutama mengatasi masalah polusi laut," imbuh Siti yang menjadi ketua forum IGR-4.
Pertemuan internasional yang akan dihadiri para menteri lingkungan dari berbagai dunia itu akan berlangsung 31 Oktober hingga 1 November 2018.
IGR-4 merupakan ajang badan dunia PBB bidang lingkungan, United Nations Environment Programme (UNEP). Sekitar 89 delegasi negara, dengan jumlah total sekitar 400 pejabat pemerintah, dipastikan hadir di Bali untuk mengikuti agenda lima tahunan tersebut.
Menteri Siti akan memimpin berbagai sidang untuk menghasilkan berbagai kesepakatan baru antarnegara itu. Tema yang diangkat IGR-4 ialah Pollution in ocean and land connection.
"Hasil-hasil kesepakatan IGR-4 akan dituangkan dalam Deklarasi Bali sebagai dukungan nyata perlindungan dan pelestarian lingkungan laut global, terutama dari masalah sampah plastik," tambah Menteri LHK.
Diapresiasi dunia
Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah setelah pertemuan IGR ke-1, di Montreal, Kanada, pada 2001. Pertemuan IGR ke-2 digelar di Beijing, Tiongkok, pada 2006. Pertemuan IGR ke-3 dihelat di Manila, Filipina, pada 2012 dengan hasil berupa Manila Declaration.
Beberapa menteri delegasi IGR-4 saat ini sudah berada di Indonesia, di antaranya Menteri Lingkungan Tuvallu, Mackenzie Kiritome, dan Menteri Lingkungan Hidup Republik Kongo yang juga menjabat Menteri Pariwisata Arlette Soudan-Nonault.
Soudan-Nonault bahkan langsung memanfaatkan waktu sebelum pembukaan IGR-4 dengan mengunjungi Kalimantan Barat untuk melihat kegiatan perlindungan gambut di Indonesia.
Selain ke Kalbar, Soudan-Nonault bersama pejabat Republik Kongo, dan Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Erik Solheim, akan menghadiri soft launching Pusat Gambut Tropis Internasional di Bogor, hari ini.
"Ini juga menjadi bukti apresiasi dunia atas berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam komitmen perubahan iklim, mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan," tutup Menteri Siti.
Pada kesempatan terpisah, Wagub Bali Ketut Sudikerta mengatakan kegiatan bertaraf internasional yang dihadiri peserta dari mancanegara itu menjadi peluang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Pulau Dewata.
"Kami sangat siap mendukung fasilitas yang dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan tersebut," ujarnya saat menerima panitia IGR-4 yang dipimpin Direktur Pengendalian Pencemaran serta Kerusakan Pesisir dan Laut KLHK Heru Waluyo Koesworo di Denpasar, Kamis (25/10). (Ant/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved