Gempa Talaud akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina

Antara
28/10/2018 19:15
Gempa Talaud akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina
(Thinkstock)

KEPALA Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, mengatakan, gempa arah Barat Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akibat aktivitas zona subduksi lempeng Laut Filipina.      
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah," kata Triyono dalam publikasi BMKG yang disebar pada grup percakapan 'BMKG, PVMBG, dan Stakeholder' di Manado, Minggu (28/10).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa di wilayah Laut Sulawesi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Melonguane dalam skala intensitas II-III MMI. Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat tersebut dan dari hasil pemodelan pemodelan menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 15.23 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Minggu, pukul 16:10:01 Wita, wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud diguncang gempa bumi tektonik.Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa
ini memiliki kekuatan M=5,2 dengan episenter terletak pada koordinat 4,04 LU dan 126,6 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 10 kilometer arah barat Melonguane, pada kedalaman 62 km. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya