Atensi Utama Negara tentang Ujaran Kebencian Diabaikan Polres Tanjungbalai

Micom
27/10/2018 12:10
Atensi Utama Negara tentang Ujaran Kebencian Diabaikan Polres Tanjungbalai
(youtube)

MASYARAKAT Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara, mendesak polisi mengungkap dan menangkap otak di balik spanduk yang berisi ujaran kebencian. Polisi jangan sebatas menjadikan pelaku pemasangan spanduk bernada provokatif itu sebagai tersangka.

Desakan tersebut terkait adanya oknum yang memasang spanduk bertuliskan 'BKM Masjid Sultan Ahmadsyah Tanjungbalai Beserta Masyarakat dan Jemaah Menolak Drs Thamrin Munthe MHum Memberi Tausiah di Kota Tanjungbalai'. Pelaku pemasangan sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi yang diduga sebagai otak atau aktor intelektual di balik pemasangan spanduk itu masih bebas berkeliaran.

“Siapa yang punya ide memproduksi, mengorder, dan siapa lagi di atasnya, harus ditemukan. Kami minta kepolisian juga mengungkap dan menangkap otak di balik penyebar ujaran kebencian itu,” kata Rifan Malaon, salah seorang warga Kota Tanjungbalai, Sabtu (27/10).

Menurutnya, menolak Thamrin Munthe memberi tausiah di Kota Tanjungbalai adalah sebuah ujaran kebencian.

"Harus ditelusuri motivasinya apa? Apalagi, kasus ini sudah terjadi tiga bulan lalu, dan pelaku pemasangan spanduk pun sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tutur dia.

Sebelumnya, Sabtu 21 Juli 2018, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tanjungbalai, Surya Dharma AR SH, melapor ke Polres Tanjungbalai terkait adanya kegiatan komunitas penyebar ujaran kebencian. Laporan itu diterima dengan nomor STPL/72/VII/SPKT/Res TJB.

Pemasangan spanduk yang bisa memancing reaksi balik warga sehingga kerukunan masyarakat Tanjungbalai bisa terpecah belah itu, kata Rifan, dilakukan oknum tak bertanggung jawab di depan Kantor Kecamatan Datuk Bandar, Kamis 19 Juli 2018, sekira pukul 10.00 WIB. Laporan Ketua DPC PDIP Tanjungbalai ini diterima Kanit I SPKT Polres Tanjungbalai Aiptu Adi Mulya.

“Sudah pasti ada otak pelakunya. Tak mungkin pelaku bekerja sendirian. Kami, warga dibuat resah oleh oknum yang mau memecah belah masyarakat Kota Tanjungbalai,” ujar Yusup Sitompul, warga Kecamatan Teluk Nibung.

“Bisa jadi otak pelakunya oknum yang sentimen terhadap Bapak Thamrin Munthe. Ini harus diungkap,” tandas Yusup Sitompul. (RO/OL)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya