Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI Dusun Slage, Desa Lebin Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, NTB, tampak berjejer rumah panggung dari kayu yang sebagian besar bercat biru.
Di depan gerbang dusun itu berdiri tandon (bak penampungan air) bervolume 5.500 liter. Di samping atau belakang setiap rumah bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) itu terlihat pula bangunan baru yang terbuat dari aluminium bertuliskan MCK.
Diantara rumah-rumah warga itu berdiri pula balai sosial yang hampir rampung. Balai tersebut sebagai sarana untuk kegiatan warga. Bangunan tandon, MCK, dan balai sosial itu dibangun sejak tahun lalu dan baru secara resmi diserahkan ke warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) tersebut, Kamis (25/10).
Dengan adanya MCK dan tandon itu, kini sebanyak 46 KK di dusun itu tidak perlu lagi bersusah payah mengambil air ke sumber mata air di perbukitan sejauh 2,5 km atau buang hajat sembarangan.
"Air di daerah sini memang sulit, karena itu di tahun 80-an, kalau ada acara lamar-lamaran mau menikah, salah satu syaratnya harus membawa air bersih," ujar Wakil Bupati Sumbawa Mahfud Abdullah, pada acara serah terima faailitas sarana MCK dan air bersih itu dari Kemensos, Kamis (25/10), di Dusun Slage.
Bahkan ia mengaku waktu jadi sekretaris camat di 1982-1985, harus berjalan sejauh 1 km hanya untuk mandi.
Lebih lanjut, Ani Sulistianingsih, kasubdit pemberdayaan sosbud, ekonomi dan lingkungan Pemberdayaan KAT Kemensos mengatakan semua bangunan senilai Rp602.401.400 itu merupakan sumbangan Indomaret dari hasil penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) pelanggan Indomaret di seluruh gerainya di Indonesia.
Dari 15 ribu gerainya, lanjut Ani, terkumpul dana Rp2.329.440.750. "Dana PUB itu disumbangkan untuk pemberdayaan KAT di tiga lokasi untuk pembangunan sarana air bersih, MCK, balai sosial, di tiga lokasi," jelasnya.
Ketiga lokasi KAT itu, tambah Ani, yakni di Desa Pandego, kabupaten Pohuwanto, Gorontalo sebesar Rp721.039.350. Desa Humpang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat sebesar Rp836 juta, dan di Slage, Desa Lebin, Sumbawa sebesar Rp602.401.400.
Untuk sampai ke Dusun Slage dibutuhkan waktu 2,5 jam dari Bandara Sultan Kaharuddin III Sumbawa. Meski mudah diakses dengan jalan beraspal, tetapi untuk sampai ke dusun yang selama 2 tahun masuk dalam program pemberdayaan KAT itu masih harus menempuh jalan tanah bebatuan.
Manajemen air
Menurut Direktur Yayasan Mandiri Syukri yang dipercaya mengelola dana donasi tersebut, awalnya warga di dusun tersebut memiliki 6 MCK komunal. Namun, fasilitas itu tidak dipakai karena tidak ada akses air. "Warga lebih memilih BAB di kebun-kebun atau menggali tanah lalu menguburnya. Itu tentu tidak baik buat kesehatan," ujarnya.
Dengan donasi PUB itu, tambah Syukri, dibangunlah broncap penangkap mata air di 2 sumber di perbukitan. Kemudian dibangun pula jaringan pipanisasi dengan menggunakan sistem elevasi berjarak 2 km untuk sampai ke bak penampungan bervolume 5.500 liter.
Dari tandon itulah dialirkan air ke rumah-rumah warga melalaui kran water meter. "Kami merencanakan akan membuat manajemen air, yakni berbayar tapi murah. Hal itu supaya warga juga ikut merawat fasilitas tersebut. Sebab, perjalanan air.untuk memenuhi tandon 3,5 jam. Sementara dalam 1 jam sudah habis utk mengaliri rumah-rumah warga," kata Syukri lagi.
Menurutnya, dengan berbayar warga akan merasa memiliki, sadar bahwa air itu sulit lalu mereka pun akan merawat. "Pernah ada warga mengàmbil air, tetapi pergi begitu saja krannya tidak ditutup kembali. Airpun mengucur terus," ujar Syukri.
Di tempat yang sama, Direktur KAT Harapan Lumban Gaol berharap warga Dusun Slage bisa merawat bantuan fasilitas tersebut dan tambah rajin bekerja.
"Saat ini akses untuk mendapatkan air sudah mudah. Saya harap warga bertambah semangat bekerja, memperhatikan kesehatan, lingkungan, dan pendidikan anak-anak, supaya dari dusun ini lahir orang-orang pintar yang bisa memajukan kampung ini," ujarnya.
Harapan yang mewakili Menteri Sosial mengatakan populasi KAT pada 2017 sebanyak 150.000 KK. 4,2% diantaranya (6.288 KK) sudah mendapat program pemberdayaan. 1,4% atau 2.099 KK sedang menjalankan pemberdayaan, dan sebanyak 141.775 KK belum.
"Di 2018, ada 2.099 KK yang sedang menjani program. Mereka tersebar di 22 provinsi, 51 kabupaten, 65 kecamatan, 74 desa dan 92 lokasi. Fokus Kemensos dalam pemberdayaan KAT adalah aspek keterpencilan yang menyebabkan terbatasnya aksebilitas pelayanan sosial dasar di lokasi," tambahnya.
Prinsip pemerintah dalam menjalani program, lanjut Harapan, tetap menempatkan warga KAT sebagai subjek pemberdayaan. "Tangangan KAT adalah bagaimana menjaga kearfan lokal sekaligus melakukan perubahan seiring perkembangan zaman.Sehingga mereka mendapat nak-hak dasar sebagaimana warga negara lainnya," jelasnya lagi.
Di tempat yang sama, PR Manager Indomaret, A Nenny Kristyawati, mengatakan dana pelanggan tersebut dikumpulkan pada periode 1 Agustus sampai 31 Oktober 2017. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved