Said Aqil Sebut Provokasi Saat Hari Santri Nasional Dilakukan Sistematis

Insi Nantika Jelita
24/10/2018 18:55
Said Aqil Sebut Provokasi Saat Hari Santri Nasional Dilakukan Sistematis
(ANTARA)

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan sikap atas insiden pembakaran bendera berlafalkan tauhid di Limbangan, Garut, Jawa Barat, pada Senin (22/10).

"Berdasarkan laporan tim pencari fakta yang dibentuk PBNU ada upaya sistematis untuk melakukan infiltrasi dan provokasi pengibaran dan pemasangan bendera HTI di tempat Apel Hari Santri Nasional 2018," ungkap Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

Menurut Said Aqil, upaya sistematis, infiltrasi, dan provokasi tersebut hampir dilakukan di seluruh wilayah Jawa Barat.

"Seperti di Sumedang, Kuningan, Ciamis, Banjar, Bandung, Tasikmalaya, dan lain-lain," katanya.

Menurutnya, di berbagai tempat lain selain di Garut, bendera yang diduga HTI tersebut berhasil ditertibkan oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU.

"Berhasil ditertibkan dan diserahkan kepada aparat keamanan sesuai SOP. Namun yang terjadi di Garut, anggota Banser menjadi korban dari provokasi dan infiltrasi dengan melakukan pembakaran bendera luar SOP yang sudah ditentukan," jelas Said Aqil.

Meski demikian, PBNU menyayangkan peristiwa pembakaran bendera tersebut.

"Kami menyayangkan peristiwa tersebut. Sebagai bentuk jaminan atas tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka segala bentuk usaha yang mengarah pada tindakan makar harus ditindak tegas," kata Said Aqil.

Said Aqil menambahkan, pihaknya juga menyayangkan sikap aparat keamanan yang kecolongan dengan tidak melakukan tindakan terhadap pengibaran bendara organisasi terlarang tersebut. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya