25 Warga Lombok Dapat Sumbangan Kaki Palsu Kick Andy Foundation

Yusuf Riaman
23/10/2018 21:25
25 Warga Lombok Dapat Sumbangan Kaki Palsu Kick Andy Foundation
( MI/Pius Erlangga)

SEBANYAK 25 orang yang mengalami cacat kaki di Lombok, Nusa Tenggara Barat, segera mendapatkan kaki palsu yang nanti akan diserahkan secara bersamaan pada 3 November mendatang.

"Insya Allah nanti akan diserahkan pada 3 November berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke 73 yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu," kata Ketua Yayasan Dompet Kemanusian Media Group, Ali Sadikin, di sela-sela pengukuran kaki palsu di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat, Mataram, Senin (23/10).

Menurut Ali, bhakti sosial tersebut sedianya akan dilaksanakan pada September lalu, tetapi karena terjadi Gempa di Lombok kemudian kegiatan tersebut menjadi tertunda dan baru sekarang bisa terlaksana dirangkaikan dengan pelaksanaan TNI International Marathon 2018 yang akan berlangsung pada 4 November mendatang.

"Harapan kita semoga nanti mereka yang mendapatkan kaki palsu, bisa hidup mandiri, berkarya, beraktivitas secara normal sehingga menjadi produktif tidak bergantug pada orang lain," kata Ali.

Ali menjelaskan, kegiatan bhakti sosial kaki palsu tersebut merupakan bagian dari Gerakan Seribu Kaki Palsu gratis yang ada di Kick Andy Foundation dan saat ini sudah lebih dari 5.000 kaki palsu gratis yang sudah dibagikan dan tersebar di seluruh Indonesia.

"Termasuk di Lombok ini dan semua biaya digratiskan," kata Ali.

Pengukuran kaki palsu tersebut dilakukan langsung oleh Sugeng Siswoyudhono perajin kaki palsu untuk penyandang disabilitas. Dari pengakuan Baiq Sri Ayu Diana, calon penerima kaki palsu dari Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, mengaku sangat bersyukur akan mendapatkan kaki palsu.

Kaki Sri terpaksa diamputasi karena mengalami kecelakaan lalu lintas 15 tahun lalu. Akibatnya, selama ini tubuhnya harus ditopang menggunakan tongkat, dan sudah cukup lama menginginkan punya kaki palsu.

"Tapi karena saya dengar harganya cukup mahal hingga Rp50 juta sehingga tidak terpikirkan. Alhamdulillah sekarang saya terbantu dan justru akan mendapatkan kaki palsu secara gratis. Saya ucapkan terima kasih," katanya.

Bersamaan dengan Sri, calon penerima kaki palsu lainnya yang juga diukur kakinya terdapat anak-anak usia tiga tahun dan usia 8 tahun dan sebagian besar di antaranya adalah orang dewasa.

Kepala Komite RSAD Wira Bhakti Mataram, Mayor CKM Jamaluddin, mengatakan, sedianya akan ada sebanyak 30 calon penerima kaki palsu yang akan diukur secara bersamaan, tetapi yang dapat hadir sekitar 25 orang.

Menurut Jamaluddin, berdasarkan informasi yang diterima dari komunitas pemakai tongkat, jumlah mereka di Lombok ini ada sekitar 200 orang.

"Karena itu kita berharap ke depan akan ada lagi pengukuran untuk tahap berikutnya sehingga yang lain bisa terakomodir," ujar Jamaluddin. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya