Seleksi Masuk PTN Diubah

Syarief Oebaidillah
23/10/2018 08:30
Seleksi Masuk PTN Diubah
(Ilustrasi -- MI/IMMANUEL ANTONIUS)

KEMENTERIAN Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) mengubah sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Kebijakan itu terkait dengan pengembangan model dan proses seleksi yang berstandar nasional serta mengacu pada prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel, serta sesuai dengan perkembangan teknologi informasi di era digital.

"Tahun sebelumnya peserta mendaftar dulu kemudian mengikuti tes maka ketentuan di 2019 peserta mengikuti tes terlebih dulu kemudian mendapat nilai. Nah, nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri," ungkap Nasir dalam konferensi pers di Kantor Kemenristek-Dikti Jakarta, kemarin.

Penerimaan mahasiswa baru tidak lagi dilaksanakan panitia seleksi yang sifatnya ad hoc, tetapi dilakukan institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang merupakan lembaga nirlaba.

Penyelenggaraan tes PTN nantinya mirip dengan tes seperti TOEFL ataupun IELTS. Hasil tes tersebut berlaku selama satu tahun dan digunakan masuk PTN yang masing-masing memiliki batas nilai kelulusan.

LTMPT bertugas mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru pada jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). LTMPT juga bertugas melaksanakan ujian tulis berbasis komputer.

Nasir menambahkan, dalam pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya terdapat satu metode tes, yaitu ujian tulis berbasis komputer dengan dua materi tes, yakni tes potensi skolastik dan tes kompetensi akademik. "Mulai 2019 metode ujian tulis berbasis cetak ditiadakan, diganti dengan ujian tulis berbasis komputer," tegasnya.

Materi tes yang dikembangkan dalam ujian tulis berbasis komputer 2019 ialah tes potensi skolastik dan tes kompetensi akademik dengan kelompok ujian saintek atau soshum.

Untuk program studi keolahragaan dan/atau seni, peserta cukup mengunggah dokumen prestasi atau portofolio saja, tidak ada ujian keterampilan.

"Model tes seperti ini lebih memberikan rasa keadilan pada siswa," tegasnya.

Tetap tiga jalur

Nasir melanjutkan pola seleksi masuk PTN 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri, dengan daya tampung masing-masing SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40%, dan seleksi mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap program studi di PTN.

Ketua LTMPT Ravik Karsidi mengatakan pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer dilakukan beberapa kali dan hasilnya akan diinformasikan kepada peserta dan PTN tujuan. "Pelaksanaannya dilakukan 24 kali dalam satu tahun, sepanjang periode Maret hingga Juni."

Ravik menjelaskan setiap siswa memiliki kesempatan dua kali untuk ikut tes dengan biaya Rp200 ribu setiap kali tes.

Peserta dapat menggunakan nilai tertinggi mereka untuk mendaftar program studi yang diinginkan. (*/AU/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya