40 Juru Bicara Pancasila Dicetak di Kota Batu

Micom
19/10/2018 16:50
40 Juru Bicara Pancasila Dicetak di Kota Batu
(Ist)

JAWA Timur, tepatnya Kota Batu menjadi kota ke-11 terselenggaranya pelatihan Juru Bicara Pancasila. Pelatihan yang digelar di Hotel Radho Singkaling dihadiri oleh 40 peserta yang berasal dari wilayah Jawa Timur dan dari berbagai macam lembaga. Pelatihan yang akan digelar selama empat hari ini terhitung dari 19 hingga 22 Oktober 2018.

Mundiro Lailatul Munawaroh, fasilitator lokal wilayah Jawa Timur, memulai sambutannya dengan mengajak peserta untuk kembali pada permasalahan yang ada di Jatim. Terutama untuk wilayah Madura yang sangat rentan dengan konflik rasisme.

Ela, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa Jawa Timur akhir-akhir ini dilanda berbagai macam permasalahan sosial. Mulai dari kasus terorisme hingga rasisme.

"Kita masyarakat Jawa Timur ini sedang dilanda konflik sosial. Kasus rasisme dan terorisme sudah sangat meresahkan dan mengancam keutuhan bangsa kita. Maka pelatihan ini menjadi penting agar kita kembali mendalami nilai-nilai Pancasila," lanjut Ela dalam keterangan tertulis, Jumat (19/10).

Hal serupa juga disampaikan oleh fasilitator Komunitas Bela Indonesia (KBI) Jatim, Milastri Muzakkar. Dalam pemaparannya, Milastri menyampaikan hasil survei yang dikeluarkan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) yang hasilnya mengejutkan.

"Baru-baru ini terjadi pawai radikalisme yang dilakukan oleh anak sekolah di Probolinggo. Menurut hasil survei PPIM, hal ini disebabkan karena adanya pemahaman guru yang radikal terutama dalam pemahaman tentang agama. Bayangkan 82% guru menganggap bahwa agama Islam menjadi satu-satunya agama yang bisa menyelesaikan segala masalah,” kata Milastri.

Belum lagi hasil survei yang dikeluarkan oleh LSI-Denny JA, yang menunjukkan bahwa selama 13 tahun terakhir, dukungan terhadap Pancasila terus mengalami penurunan. Pada 2005, dukungan kepada Pancasila mencapai 85,2% dan pada 2018 menurun menjadi 75,3% atau turun sebesar 10%.

Fakta inilah yang mendorong KBI ini untuk kembali menguatkan Pancasila sebagai Dasar Negara, agar Indonesia dengan keragamannya akan terus damai.

Pelatihan selama empat hari akan membekali para peserta dengan berbagai keahlian teknik untuk melakukan kampanye. Yang menarik, kampanye di media sosial menjadi salah satu fokus penting. Materi ini dipersiapkan agar peserta mampu menguasai teknik dalam memaksimalkan penggunaan media sosial terlebih untuk kampanye konten positif.

Diwawancarai secara terpisah, Anick HT, Koordinator KBI, menjelaskan bahwa pelatihan ini memang didesain sedemikian rupa agar peserta siap bergerak melakukan kampanye. KBI juga menyiapkan satu buku rujukan utama yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan tim.

Di samping itu, menurut Anick, pihaknya juga menyiapkan seluruh materi, baik isu maupun skill, berupa slide power point maupun dalam bentuk serial video, untuk dimanfaatkan oleh khalayak yang hendak mengadakan pelatihan sejenis di mana pun.

Bersamaan dengan pelatihan Juru Bicara Pancasila di Jatim, KBI juga tengah menggelar pelatihan yang sama bertempat di Praya, Nusa Tenggara Barat. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya