Petani Beralih Jadi Pembuat Batu Bata

(TS/MR/AS/LD/BB/RF/N-2)
18/10/2018 01:45
Petani Beralih Jadi Pembuat Batu Bata
(ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

MUSIM kemarau yang berlangsung lebih panjang membuat sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, amat kering. Para petani menyulap lahan pertanian yang mengering inin menjadi lahan untuk pembuatan batu bata.

Hermanto, 52, pe­tani di Kelurahan Madureso, mengaku menggunakan lahan sawah milik tetangganya seluas 2.000 meter persegi untuk membuat batu-bata karena lahan tersebut sudah amat kering sejak lebih dari sebulan terakhir.

“Jadi, kami bagi hasil atau menggunakan sistem paro. Hasil penjualan batu-bata dibagi dua dengan pemilik lahan,” kata Hermanto, kemarin.

Hermanto sudah satu bulan ini membuat batu bata. Apabila hujan kembali turun, ia siap menanam pa­di.

Dalam sebulan, ia telah menghasilkan 20 ribu batu bata. Setiap seribu batu bata dijual dengan har­ga Rp550 ribu hingga Rp600 ribu.

Sejumlah daerah yang sudah digu­yur hujan disertai angin kencang di Kabupaten Semarang, Pekalongan, Grobogan, dan Demak.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni, meminta warganya supaya bersikap waspada terhadap munculnya bencana alam akibat perubahan cuaca yang terjadi saat ini.

“Saya minta masyarakat waspada karena sudah mulai turun hujan deras, jangan sampai panik atau dicekam ketakutan yang berlebihan tapi cari perlindungan saat ancaman datang,” ujarnya.

Banjir juga melanda wilayah Ka­bupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Na­gan Raya, Aceh Selatan, dan Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, sejak sepekan terakhir. Banjir menyebabkan terganggunya perekonomian dan melumpuhkan lalu lintas serta aktivitas sekolah.  

Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendikan Aceh Singkil, Murmo, mengatakan sebagian murid bertempat tinggal di dekat bantaran sungai. Rumah mereka juga  ikut terendam.

Selain banjir, ancaman ta­nah longsor juga terjadi di Ka­bu­paten Cianjur, Jawa Barat, dan Banyumas, Jawa Tengah. (TS/MR/AS/LD/BB/RF/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya