Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa lebak di wilayah tersebut guna menopang target menjadi daerah lumbung pangan nasional. Pelaksanaan peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38 di Kalsel sudah siap.
"Potensi pertanian di Kalsel sangat besar. Salah satunya dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa lebak dengan meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali setahun," ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Faturahman, Senin (15/10).
Berdasarkan perhitungan, jika mampu mengoptimalkan lahan rawa ini, Kalsel akan menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional serta mendukung Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Saat ini, luas tanam padi di Kalsel mengalami peningkatan cukup besar yaitu 73.649 hektare (14,48%) dari 508.457 ha pada 2015 menjadi 582.106 ha pada 2017.
Berdasarkan survei pertanian beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa Kalsel memiliki 186 ribu ha lahan pasang surut dan luas lahan yang ditanam sebanyak 2 kali hanya 12.000 ha (7%). Sedangkan lahan rawa lebak mencapai 137.000 ha dan yang baru bisa dua kali tanam hanya seluas 2.000 ha.
"Ini merupakan peluang untuk dioptimalkan dan kita menargetkan tambahan produksi sebesar 15%," ujarnya.
Tercatat produksi padi Kalsel meningkat sebesar 275.010 ton gabah kering giling (GKG) atau naik 12,85% dari total produksi 2.140.276 ton GKG pada 2015 menjadi 2.415.286 ton GKG pada 2017. Peningkatan produksi padi ini didukung dengan meningkatnya luas tanam seluas 73.649 ha (14,48%) dari 508.457 ha 2015 menjadi 582.106 ha 2017.
Lumbung padi Kalsel berada di Kabupaten Tapin dengan produksi 339.504 ton dengan kontribusi sebesar 14,67%. Kemudian di Barito Kuala sebanyak 334.345 ton atau 14,45% dan Hulu Sungai Tengah sebanyak 286.617 ton atau 12,39%.
"Dengan mengatasi kendala tata kelola air, peningkatan SDM pertanian dan penerapan teknologi maka target sebagai lumbung pangan nasional ini akan tercapai," tambahnya.
Hal serupa juga dikemukakan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana, saat peninjauan lokasi cetak sawah dan penanaman padi di lahan rawa persiapan Hari Pangan Sedunia di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala, beberapa waktu lalu, mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa lebak seluruh Indonesia.
Kalsel selain menjadi tuan rumah Hari Pangan Sedunia juga sebagai percontohan pertanian di lahan rawa. Indonesia memiliki areal rawa lebak mencapai 14 juta ha dan sangat potensial dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Jika ada satu juta ha lahan rawa lebak yang bisa diolah, dengan asumsi produksi 5 ton per ha dikali satu juta ha dengan tiga kali panen maka hasilnya mencapai 15 juta ton. Atau ada penambahan produksi 7-8 juta ton beras.
"Ini angka yang besar dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional," ujarnya.
Diakuinya selama ini para petani masih mengandalkan musim atau menunggu kemarau untuk menggarap lahan rawa lebak karena keterbatasan teknologi. Di sini pemerintah akan membantu teknologi membangun kawasan rawa lebak menjadi pertanian yang subur. Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
Penerapan teknologi sistem pertanian polder dan kanalisasi diharapkan mampu mengoptimalkan rawa lebak menjadi areal pertanian.
"Pembangunan di kawasan rawa lebak juga terintegrasi dengan ekonomi masyarakat seperti perikanan dan potensi lain berupa kerajinan dan komoditas pertanian lainnya," tambahnya.
Pemerintah menargetkan pembukaan lahan baru satu juta ha di dua provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan guna meningkatkan produksi pangan nasional. Dua provinsi ini Kalsel dan Sumsel diibaratkan raksasa tidur yang lahannya sangat luas dan subur, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah juga menyebut solusi permanen Indonesia untuk beras ada di Kalsel dan Sumsel. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved