Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla meninjau situasi Palu, Sulawesi Tengah, bersama dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, CEO World Bank Kristalina Georgieva dan perwakilan dari Asian Development Bank (ADB) meninjau kondisi Palu pascagempa bumi, tsunami, dan likuefaksi, kemarin.
Dengan didampingi Kepala BNPB Willem Rampangilei, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulawesi Tengah, Wapres menyambut Guterres dan rombongan di Bandara SIS Al-Jufrie. Di bandara, Wapres bersama Sekjen PBB menerima paparan penanggulangan bencana Pemprov Sulteng. Setelah itu, rombongan bergerak ke kantor gubernur.
Selepas makan siang, rombongan itu menuju Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, meninjau kondisi pascabencana di lokasi likuefaksi yang menelan ribuan korban jiwa itu. Rombongan juga meninjau Jembatan Kuning, Pantai Talise, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, serta meninjau Posko IDP.
Pada kesempatan itu Guterres mengatakan terkesan dengan respons pemerintah Indonesia dalam menangani dampak bencana yang melanda Palu dan sekitarnya pada 28 September, juga semangat warga dalam menghadapi bencana. Ia pun yakin rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan oleh pemerintah akan membuat Palu lebih baik di masa depan.
CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva menambahkan bahwa masyarakat internasional bergandengan tangan untuk saling membantu penanganan bencana di Sulteng.
Upaya perbaikan prasarana di Sulteng juga terus berjalan. Pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak gempa Sulteng kemarin mencapai 88%.
"Jaringan telekomunikasi seluler yang sudah berfungsi mencapai 88,06% atau sebanyak 3.099 BTS sudah berstatus aktif," kata juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, kemarin.
Sebanyak 64 unit telepon satelit juga telah didistribusikan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo ke posko-posko penanganan pengungsi di wilayah Sulteng. Petugas dan warga dapat menggunakan telepon satelit tersebut untuk koordinasi dan komunikasi percepatan pemulihan pasca-bencana.
Dimintai uang
Sudah seharusnya para korban bencana alam mendapat perhatian dari pemerintah. Namun, korban bencana alam di Sulteng yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat, mendapat perlakuan tidak semestinya.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, kemarin mengatakan ada 37 orang korban gemba bumi, tsunami di Sulteng yang selamat dan kembali di Kampung Sukamanah, Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya. Yang menyedihkan ada tindakan oknum yang tega meminta uang.
"Ada seorang sopir minta uang Rp2 juta dengan alasan untuk sewa kendaraan, ongkos sopir, jalan tol, hingga BBM," ujar Ato. Untuk diketahui, para korban gempa bumi di Sulteng itu pulang ke Tasikmalaya atas fasilitas pemda setempat.
"Mereka dijemput di Bandara Halim Jakarta menggunakan bus DAMRI. Setelah penjemputan, korban dimintai uang Rp2 juta," ujar Ato. Saat dikonfirmasi hal itu, Kabag Umum Pemkab Tasikmalaya Herman Gaos membantahnya dan satu unit bus untuk penjemputan keluarga korban selamat ialah gratis. (Dhk/AD/Opn/YH/DW/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved