Kepulan Asap masih Terlihat, Proses Pemadapan Api di TNGC Terus Berlanjut

Nurul Hidayah
09/10/2018 18:35
Kepulan Asap masih Terlihat, Proses Pemadapan Api di TNGC Terus Berlanjut
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

API di kawasan hutan Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, belum benar-benar padam. Hingga kini upaya pemadaman masih terus dilakukan dan luas lahan yang terbakar pun semakin bertambah.

"Yang kemarin ternyata belum semuanya padam. Meskipun tinggal titik-titik kecil," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Selasa (9/10).

Karena itu, hingga kini mereka masih terus berupaya untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan.

"Luas areal hutan yang terbakar juga semakin bertambah," ungkap Agus.

Saat ini, luas areal hutan Tanam Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terbakar diperkirakan sudah mencapai lebih dari 900 hektare. Sedangkan di kawasan Kebun Raya Kuningan (KRK) yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 19 ha.

Tidak hanya lahan, kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Minggu (30/9) sekitar pukul 12.00 WIB tersebut juga telah merambat ke lokasi wisata Bukit Seribu Bintang (BSB). Bahkan, satu unit pondok di BSB serta satu unit motor ATV juga ikut terbakar.

Setelah sempat dinyatakan padam pada Jumat (5/10) lalu, ternyata kepulan asap masih terlihat di 4 titik pada Senin (8/10). Yaitu satu titik di Cikajayaan Pasawahan, satu titik di Blok Kiamis di bawah BSB, satu titik di antara BSB-Gunung Dulang dan satu titik di Gunung Dulang.

Upaya penanganan langsung dilakukan di antaranya dengan memberangkatkan tim gabungan untuk melakukan pemadaman api.

"Hari ini masih dilakukan rencana penanganan lanjutan berupa pemadaman dan penyisiran titik api yang masih menyala di lokasi kebakaran," ungkap Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran pertama terjadi di areal hutan TNGC pada Minggu, 30 September 2018 sekitar pukul 12.00 WIB. Api diduga berasal dari Blok Erpah, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, di ketinggian 300 meter dari permukaan laut hingga 1.600 mdpl.

Cuaca yang kering dan panas ditambah dengan tiupaun angin yang kencang membuat proses pemadaman yang semula dinyatakan selesai ternyata masih terlihat kepulan asap di beberapa titik. Akibatnya hingga kini proses pemadaman api masih terus berlanjut. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya