Pemilih Ganda di DPT masih Banyak Ditemukan

Rendy Ferdiansyah
05/10/2018 08:35
Pemilih Ganda di DPT masih Banyak Ditemukan
(MI/Rendy Ferdiansyah)

DAFTAR pemilih tetap melalui tahapan daftar pemilih sementara (DPS). Dari DPS masyarakat dan pemerhati pemilu memelototi daftar itu, hasilnya ditemukan jutaan nama dan nomor induk kependudukan (NIK) ganda. Setelah tersaring, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan DPT. Ternyata masih ditemukan masalah serupa.

Salah satunya ialah Provinsi Bangka Belitung (Babel), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota menemukan pemilih ganda indentik antarprovinsi. Ketua Bawaslu Provinsi Babel Edi Irawan mengatakan, dari laporan Bawaslu Kabupaten/Kota ditemukan 200 pemilih tersebut.

“Ganda indentik ini ialah nomor induk kependudukan (NIK) sama dimiliki lebih dari satu pemilih,” kata Edi.

Edi menjelaskan yang dimaksud pemilih ganda identik antarprovinsi misalnya, si A, memiliki NIK Babel. Ternyata NIK itu juga sama dengan NIK pemilih di luar Babel, seperti di Lampung dan Jawa.

Ia menyebutkan, untuk jumlah secara keseluruhan, pihaknya mengaku tidak mengetahui sebab datanya ada di setiap Bawaslu kabupaten/ Kota.

“Kami hanya tahu untuk Bangka Tengah (Bateng), laporanya ada 200 ganda indentik,” ungkap dia.

Untuk itu, menurut Edi, temuan ini harus ditelusuri, diklarifikasi apakah NIK ini bisa dipakai lebih dari satu orang atau bagaimana, di luar Pulau Babel.

“Apakah bisa dipakai lebih dari satu, NIK ini terjadi antara NIK manual dan elektronik, tapi kan ini ranah dari Disdukcapil,” ucap Edi.

Bawaslu Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, justru menemukan 383 pemilih ganda terdata dalam DPT Pemilu 2019 hasil perbaikan yang ditetapkan KPU akhir September lalu.   

“Laporan yang masuk dari teman-teman pengawas kecamatan terkait DPT itu ada sebanyak 383 data ganda. Kami masih akan melakukan cek silang,” kata anggota Bawaslu Bantul Divisi Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga, Supardi, di Bantul, kemarin.

Menurut dia, temuan 383 data pemilih ganda dalam DPT hasil perbaikan itu berasal dari hampir semua kecamatan se-Bantul. Namun, temuan itu masih perlu dilakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan terkait kegandaan itu.

“Untuk komponen dan parameter dalam analisis kegandaan yang digunakan Bawaslu itu ganda NIK, nama, dan alamat dalam pemilih. Jadi, saya belum bisa pastikan yang 383 data ganda itu karena masih laporan sementara. Jumlahnya kemungkinan meningkat,” katanya.

Disdukcapil

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) Kabupaten Karawang, Jabar, mengaku belum menerima berkas perbaik­an DPT ganda NIK.

“Kami belum menerima secara by name dan by addres dari KPU. Kaitan data DPT ganda NIK dari KPU Karawang, “ ungkap Kepala Disdukcatpil Karawang, Yudi Yudiawan, kemarin.

Dari pencermatan Bawaslu setempat, terdapat 15.058 daftar pemilih yang disinyalir memiliki data ganda, di antaranya 4.422 pemilih memiliki NIK ganda.

“Kalau datanya sudah ada diserahkan kepada kami. Prosesnya saya rasa sangat cepat. Tinggal koordinasi dengan pemerintah pusat,” ungkap Yudi.

Ia menjelaskan munculnya NIK ganda itu diakibatkan karena kesalahan dari server pusat. Pasalnya, penentuan NIK KTP ditentukan oleh server langsung. ”Ini kesalahannya ada di server pusat,” kata dia. (CS/Ant/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya