Kebakaran di Ciremai Meluas

(UL/AD/DY/N-3)
04/10/2018 02:45
Kebakaran di Ciremai Meluas
(ANTARA FOTO/M.Taufik)

LUAS area yang terbakar di hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) meluas dan sudah mencapai 250 hektare. Kondisi lahan berupa bebatuan dan angin kencang membuat kebakaran sulit dipadamkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menjelaskan pada Selasa (2/10) sekitar pukul 17.45 WIB, api kembali menyala di Blok Cileutik. Dengan cepat api kemudian merambat ke arah timur. “Kami langsung me­nerjunkan personel untuk pemadaman dan penyisiran.”  

Sekat-sekat juga dibuat dengan harapan api tidak akan merembet ke area lain.

Dijelaskan Agus, angin yang kencang dan cuaca yang ke-ring, juga kondisi medan yang berbukit-bukit dan ditumbuhi alang-alang dan perdu yang mengering, membuat proses pemadaman menjadi sulit dilakukan. Saat ini, luas area yang terbakar mencapai lebih kurang 250 hektare.

Terbakarnya hutan di kawasan TNGC tidak membuat pendakian di gunung tersebut ditutup. “Kawasan yang terbakar itu jauh dari jalur pendakian, jadi kami masih membuka semua jalur ke puncak,” ungkap Kepala Seksi Wilayah I Kuningan TNGC, San Andre Jatmiko, Rabu (3/10).

Selain itu, pihaknya menilai kebakaran tersebut tidak ­mengancam para pendaki. Kecuali jika api terus menyala bahkan membesar dan membahayakan pendaki. “Jika seperti itu, jalur pendakian akan ditutup,” ungkap San.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda wilayah hutan TNGC sejak Minggu (30/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Awal api diduga berasal dari Blok Erpah, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan. Api kemudian menyebar ke atas arca Sanintan dan Blok Cileutik, Desa Singkup. Kebakaran tersebut terjadi pada ketinggian 500 mdpl-1.300 mdpl.

Sementara itu, kebakaran di hutan Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jabar, sudah terjadi lebih dari 10 kali. Kasus kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan BPBD Kabupaten Garut.

“Kebakaran hutan di kawasan Gunung Guntur sudah mencapai 40 hektare lebih. Penyebabnya musim kemarau sehingga daun atau dahan kering mudah terbakar. Pe­madaman terkendala minimnya air dan sulitnya medan,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Asep Syaripudin, Rabu (3/10).

Di Kota Banjarmasin, Kali-mantan Selatan, terjadi dua kali kebakaran di permukiman warga, kemarin. Pertama, di Jalan Kompleks Herlina Perkasa Blok 1 RT 42 Banjarmasin Utara yang memakan satu korban jiwa dan tiga rumah. Korban menderita stroke sehingga terlambat menyelamatkan diri dari kobaran api.

Kedua, kebakaran di kawasan permukiman di wilayah Banjarmasin Timur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sepanjang musim kemarau ini peristiwa kebakaran permukim­an marak terjadi di Kalsel, selain kebakaran hutan dan lahan. (UL/AD/DY/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya