Ekspor Perdana 10 Ribu Ton Manggis ke Tiongkok

(YH/N-3)
04/10/2018 02:15
Ekspor Perdana 10 Ribu Ton Manggis ke Tiongkok
(FOTO ANTARA/Arif Firmansyah)

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor perdana 10 ribu ton manggis asal ‘Ranah Minang’ ke Tiongkok, di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, Rabu (3/10).

Eksportir PT Bumi Alam Sumatra (BAS) menyebutkan, ekspor manggis dilakukan secara bertahap. Dari 10 ribu ton, sudah dikirim 2 ton ke Tiongkok via Bandara Internasional Minangkabau.

Direktur Kerja Sama Antarlembaga PT BAS, Muhammad Bayu Vesky, mengatakan, tahun ini pihaknya sudah melakukan kontrak bisnis dengan pembeli manggis di Tiongkok sebanyak 10 ribu ton.

Dengan menembus pasar Tiongkok, sebut Bayu, ke depannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Pihaknya mendorong petani untuk menghasilkan manggis-manggis dengan kualitas super.

“Kita juga akan membeli manggis dari para petani dengan harga yang sangat bagus,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini harga manggis dari petani dihargai Rp28 ribu/kilogram. Harganya fluktuatif tergantung kondisi pasar saat ini dan masa yang akan datang. “Yang jelas kita akan berusaha meningkatkan kesejahteraan para petani,” janjinya.
Amran Sulaiman memuji eksportir anak ‘nagari’ tersebut sebab dari 10 eksportir, baru pertama kali ini eks­portir dari Sumatra Barat.

Dia mengungkapkan, prediksi ekspor manggis di tahun ini mencapai 60 ribu ton atau naik 554% daripada 2017 yang hanya 9.167 ton. Jadi, ekspor 10 ribu ton manggis dari Sumatra Barat, baru 38% dari total produksi manggis secara nasional pada 2018 sebesar 166.725 ton.

“Dari Sumbar ini, Indonesia mengekspor manggis perdana kontrak dengan Tiongkok sebanyak 10 ribu ton,” ungkapnya.

Menurutnya, Sumbar berhasil menjadi sentra manggis dan mampu mengekspornya. Padahal, belajar dari nol. Asal ada kemauan pasti ada jalan.

“Ini perlu dicontoh daerah lain,” ujarnya. Sentra produksi manggis di Indonesia tersebar dari Sumatra sampai Nusa Tenggara Barat. (YH/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya