Upaya pencarian korban hilang dalam peristiwa karamnya kapal kargo KM Kumala Endah mulai membuahkan hasil. Tim gabungan yang melakukan pencarian berhasil menemukan dua jenazah yang diduga merupakan korban hilang dari kapal nahas tersebut.
"Satu sudah tiba di posko, sedangkan satu lagi masih dalam perjalanan ke darat," kata Kepala Kantor SAR Medan, Rochmadi di Belawan, Medan, Sumatra Utara, kemarin.
KM Kumala Endah tenggelam setelah menabrak bangkai kapal. Sebanyak lima ABK, yakni Feri Hadi Susiono, Sihol Sihombing, Eko Nugroni, Ferdinan Pangaribuan, dan Reski Sucipto Palulung dapat diselamatkan setelah terapung selama tiga jam.
Sementara sembilan ABK lainnya, yakni Sutimin yang berposisi sebagai nakhoda, Icah, Ribut Wahyu, Suhadi, Mamuhoridi, Aries Sudianto, Rifado Brahmana, Daniel Marganita, dan Ridwan, masih dinyatakan hilang. Kapal kargo KM Kumala Endah berbobot 454 gross ton (GT) tenggelam setelah menabrak bangkai kapal.
Rencananya KM Kumala Endah yang berangkat dari Belawan akan menuju Pelabuhan Kendawangan di Ketapang, Kalimantan Barat.
Dengan ditemukannya dua jenazah, masih tujuh ABK yang sedang dicari oleh pihak tim penyelamat gabungan di perairan Belawan. Rohmadi menjelaskan, lokasi jenazah tersebut ditemukan sekitar 2 mil dari titik koordinat tempat kapal tersebut karam. Diduga jenazah tersebut terbawa arus laut yang deras di kawasan karamnya kapal nahas.
Untuk keperluan identifikasi, tim DVI Polda Sumut membawa jenazah pertama ke RS Bhayangkara, Medan.
Secara terpisah, Kabid Operasional SAR Medan Saiful mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan pencarian terhadap sembilan ABK kapal kargo KM Kumala Endah. Saiful mengatakan salah satu upaya yang dilakukan Tim SAR Medan ialah selain memanfaatkan kapal milik SAR, juga mengerahkan kapal-kapal nelayan Belawan.
Deteksi sonar Saiful menjelaskan pencarian hari pertama ini dilakukan dengan menggunakan deteksi sonar di sekitar titik koordinat lokasi karamnya kapal tersebut. Sejak karam, Selasa (24/3) lalu, objek kapal ini menurutnya terus bergerak. "Objeknya bergerak, makanya kita melakukan pencarian dengan menggunakan deteksi sonar," jelasnya.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatra Utara mulai mengumpulkan data antemortem dari pihak keluarga korban hilang dalam peristiwa karamnya kapal kargo KM Kumala Endah.
Pengumpulan data ini dilakukan untuk memudahkan identifikasi korban jika nantinya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Di sisi lain, upaya pencarian juga masih dilakukan oleh tim SAR. Pihak keluarga mulai berdatangan ke posko pencarian yang ditempatkan di Belawan. Mereka terlihat dimintai keterangan mengenai ciri-ciri fisik keluarga mereka oleh petugas tim sekaligus untuk mengambil data antemortem tersebut.
"Mudah-mudahkan cepat ditemukan bagaimanapun kondisinya," kata Koni, keluarga korban.
Di sisi lain, BMKG Wilayah III Denpasar memprediksi tinggi gelombang di perairan Bali masih berpotensi mencapai dua meter. Untuk itu, pihaknya memperingatkan kepada pengelola pelabuhan pelayaran untuk tetap waspada. Gelombang tinggi juga perlu diwaspadai nelayan di wilayah perairan Provinsi Bangka Belitung.
Terkait dengan gelombang tinggi, Aris Danggarato, 28, terseret ombak saat berfoto-foto bersama keluarganya di pantai Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (25/3). Hingga kini korban belum ditemukan. (YN/RS/RF/N-2) puji@mediaindonesia.com