Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMUAN alat membatik (canting) bagi penyandang disabilitas dan motif baru ditampilkan dalam Hari Batik Nasional, Selasa (2/10) Mahasiswi Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Rachmah Nanda Kartika dan dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII Hartomo PhD melakukan inovasi membuat alat canting batik yang bisa digunakan baik oleh penyandang disabilitas maupun bukan.
Rachma mengemukakan hasil penelitian mereka menunjukkan canting inovatif yang dikembangkan mampu memenuhi kebutuhan penggunanya. Spesifikasi canting ciptaannya itu memiliki gagang yang mudah dijepit dengan jari kaki, berbentuk balok atau bukan silinder dengan ukuran yang sesuai.
“Inovasi ini berangkat dari keprihatinan kami, selama ini penyandang disabilitas sering mengalami kesulitan jika mereka ingin menekuni seni membatik. Hal ini disebabkan alat untuk membatik, alat yang digunakan untuk menggoreskan malam (lilin cair) di atas kain mori yang disebut canting memiliki bentuk atau struktur yang tidak mendukung mereka yang mengalami cacat fisik tangan,” ungkap Rachma, Selasa (2/10).
Selain canting, motif batik juga mengalami terobosan. Saat ini batik mulai menggunakan motif dalam relief atau ukiran yang ada di berbagai benda cagar budaya (BCB), terutama candi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sejak sekitar lima tahun terakhir. Berkat kreativitas para perajin, berbagai relief itu pun berkembang menjadi motif-motif batik modern dan unik.
Demikian disampaikan Kepala Seksi Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Balai Pelestari Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) DIY, Wiwit Kasiyati, di sela-sela Youth Celebrate Batik Day yang di-selenggarakan UNESCO dan Citi Indonesia di Galeri Komunitas di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (2/10).
Dikatakan, sejak lima tahun terakhir, pihaknya mendampingi tiga desa di Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY, untuk membuat dan mengembangkan motif-motif batik dari relief tiga candi yang ada di sekitarnya. Ketiga desa itu ialah Bokohar-jo yang mengambil inspirasi dari Candi Banyunibo, Sambirejo yang mengambil inspirasi relief dari Candi Ijo, dan Desa Tirto dengan inspirasi relief bersumber dari Candi Kalasan.
BPCB DIY juga membantu memberi pelatihan, yang pada akhirnya menumbuhkan banyak perajin batik di tiga desa tersebut. “Upaya itu memunculkan motif-motif baru yang belum pernah ada, seperti motif raksasa Batara Kala dan motif Kinara Kinari,” kata dia.
Hari Setyawan dari Balai Konservasi Borobudur mengatakan tidak semua relief bisa dijadikan sebagai motif batik karena alasan religius. “Untuk menghormati agama Buddha dan Hindu, kami juga melarang warga untuk mengembangkan motif batik dari gambar dewa-dewi yang ada di relief candi.”
Sementara itu, Pemkab Banyumas menggelar kirab batik dalam rangka Hari Batik Nasional, kemarin. Kirab diselenggarakan di Alun-Alun Purwokerto dengan mengangkat tema Semarak batik Banyumas. Plt Kadisperindag Banyumas Wisnu Jatmiko mengatakan kirab batik diikuti 104 peserta dari kalangan ASN, pengusaha, juga pelajar. (AU/TS/LD/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved