Banyak Alat EWS tidak Terawat

Liliek Dharmawan
02/10/2018 23:15
Banyak Alat EWS tidak Terawat
(FOTO ANTARA/Juli)

SEJUMLAH peralatan peringatan dini kebencanaan early warning system (EWS) di sejumlah daerah rusak dan tidak bisa digunakan. Seperti yang terjadi di pesisir selatan perairan Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah, sejumlah peralatan EWS rusak.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara berkala membunyikan sirene. Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, mengatakan dari 35 unit peralatan EWS yang terpasang di sepanjang pantai Cilacap mulai Cilacap Selatan, Kesugihan, Adipala, Binangun, sampai Nusawungu, yang aktif sebanyak 26 unit.

“Ada sembilan unit peralatan EWS yang rusak. Korosi yang membuat peralatan rusak. Korosi terjadi karena terpaan angin laut yang membawa titik-titik air asin sebab peralatan itu berada tidak jauh dari pantai,” kata Tri Komara, kemarin.
Menurut Tri Komara, pihaknya telah melaporkan kerusakan peralatan tersebut ke Badan Nasional Penang­gulangan Bencana (BNPB).

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. BPBD Garut kesulitan memperbaiki empat dari delapan unit alat EWS yang telah dipasang di tujuh titik sepanjang pantai selatan Jawa Barat.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Asep Syaripudin, mengatakan kurangnya pemeliharaan menyebabkan empat unit alat EWS rusak. “Alat EWS ini bantuan BNPB. Untuk memperbaiki membutuhkan anggaran besar. Kami tidak punya dana untuk memperbaiki alat tersebut,” kata Asep seraya menyebutkan untuk Garut masih dibutuhkan 20 alat EWS.

Gempa di Sumba
Masih terkait dengan bencana, Kabupaten Sumba, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa tiga kali beruntun. Gempa beruntun terjadi di Sumba Timur sebanyak 16 kali sejak pukul 07.00-13.00 Wita, dengan magnitudo 3,3 hingga 6,3.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Selain itu, sekolah-sekolah yang berada tak jauh dari pantai memulangkan siswanya lebih awal lantaran khawatir terjadi tsunami.

Gempa beruntun menyebabkan sebuah gedung sekolah retak dan badan Jembatan Wula di Desa Wula, Kecamatan Wula Waijelu, Sumba Timur, retak.

“Retaknya di aspal di jembatan bukan pada kontruksi jembatan,” kata Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilijora, saat dihubungi lewat telepon dari Kupang.

Masalah gempa berpotensi tsunami juga terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kepala Seksi Kedaruratan BPBD setempat, Eka Widiaman, mengatakan Sukabumi berada di sesar Cimandiri dengan potensi gempa berkekuatan 6 magnitudo. “Ini berpotensi tsunami,” ujarnya.

Pada bagian lain, sejumlah daerah mulai menggerakkan bantuan ke Palu. Mulai pengirim­an relawan, penggalangan­ dana, hingga pengiriman makanan. Seperti di Padang, rendang sebanyak 900 kilogram siap dikirim ke Palu untuk bantuan pangan bagi pengungsi.
Sementara itu, di Jawa Tengah, Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Sidoarjo, Lampung, dan Lamongan mengirimkan relawan, dokter, dan teknisi listrik untuk membantu memulihkan Kota Palu dan Donggala dari gempa bumi.

Selain itu, bantuan lainnya berupa logistik, donasi uang, tenda, pakaian, dan obat-obatan­. (AD/HS/AS/BB/JL/PO/YH/YK/DW/EP/BY/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya