Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA anak tampak tenang menaiki kuda yang diiringi musik. Pada sesi pertama, mereka menaiki kuda ibing dengan goyangan yang khas. Kuda-kuda tersebut menggunakan penutup tubuh berwarna-warni. Kemudian, dilanjutkan dengan kuda pencak silat. Sembari berjingkrak, kuda menggerakkan kaki-kaki depannya yang direspons gerakan silat pawangnya.
Pertunjukkan seni bernama Kuda Renggong ini cukup populer di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Tarian kuda ini dihadirkan dalam acara Al Mizan Sufi Music Festival yang digelar Minggu (30/9) di Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka. Kehadiran Kuda Renggong cukup sukses menghipnosis pengunjung.
Selain Kuda Renggong, juga ditampilkan beragam acara bernuansa religi seperti istigasah, tausiah, muhasabah kebangsaan, zikir budaya dan kebangsaan, hingga wayang sufi. Tidak ketinggalan ada pula kidung dan tari sufi hingga karnaval wisata dan budaya religi.
Sebagai daerah yang dilintasi dua kebudayaan besar, yakni Sunda dan Cirebon, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi salah satu kabupaten yang berpotensial maju di sektor pariwisata. Apalagi, setelah beroperasinya Bandara Kertajati. Festival itu turut dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Menurut Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, Kuda Renggong merupakan kekayaan lokal yang luar biasa. “Kuda Renggong ini memang terkenal. Setiap ada atraksi budaya selalu menjadi daya tarik,” kata Esthy.
Dalam catatan sejarah, Kuda Renggong berarti rereongan atau gotong royong. Untuk menjadi penari Kuda Renggong ini, harus berlatih selama dua tahun. Selama itu kuda hanya membiasakan diri dengan ketukan musik dan lingkungannya. Setelah gerakan Kuda Renggong dikuasai, kuda juga diperkenalkan dengan filosofi saruas sabuku. “Artinya kuda memiliki harmonisasi kelenturan kaki, gerakan tubuh, dan keseimbangan kepala,” ujarnya.
Tradisi Kuda Renggong berkembang mulai 1950-an. Seiring waktu, Kuda Renggong ini digemari semua lapisan masyarakat.
Kepiawaian kuda berlenggak-lenggok di tanah lapang juga didukung dengan asupan makanan berupa rumput dan dedak.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan daya tarik Kuda Renggong bisa diterima siapa saja. Festival Al Mizan Sufi dan Kuda Renggong menjadi daya tarik. “Al Mizan Sufi Music Festival sangat bagus. Konsep wisata religi sangat kuat. Festival ini tetap ramah kepada akar budaya lokal,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mengunjungi Majalengka yang kaya berbagai atraksi, wisata alam dan budaya, juga mudah diakses. (Nurul Hidayah/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved