Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING perkembangan zaman dan kemajuan teknologi dewasa ini, para orangtua dinilai kurang dapat memahami persoalan anak zaman now. Padahal, anak-anak juga mempunyai hak yang harus didengar dan diperhatikan.
Aktivis pendidikan dan psikologi anak Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto mengutarakan, dari data yang ia peroleh terdapat sekitar 70% orangtua muda kurang memahami cara mendidik anak zaman now. Selain itu, terdapat 60% para orangtua lebih mengutamakan prestasi akademik anak.
"Karena orangtua masih terpapar pada pendidikan masa lalu. Sementara anak-anak zaman now terpapar perkembangan kemajuan dan teknologi yang deras.Maka kita para orangtua mesti bijak menghadapi situasi ini," kata Kak Seto pada seminar 'Membesarkan Anak Zaman Now: Gadget vs Engklek' di Podomoro Pavilion Bandung, Jawa Barat, Minggu (30/9).
Melalui keterangan yang diterima Senin (1/10), Kak Seto menyarankan para orangtua mesti mampu membangun jalinan kerja sama dengan anak-anak masa kini. Karena anak-anak juga mempunyai hak sebagai anak sesuai Konvensi Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Hak anak mesti didengar dan diperhatikan dan itu tercantum pada konvensi Hak Anak di PBB," ujarnya.
Kak Seto mengingatkan kemajuan teknologi saat ini, khususnya pengaruh gadget atau gawai, turut memengaruhi anak-anak bermain, gaya belajar, bahkan dalam berinteraksi sosial. Sebab itu, ia mengimbau para orangtua muda dapat mengajak anak mereka beraktivitas di luar ruangan ketimbang menghabiskan waktu seharian menggunakan gawai.
Menurutnya, anak yang terpapar gawai sejak kecil, hingga kecanduan dapat terganggu kesehatan mentalnya. Kemajuan teknologi ini turut memengaruhi anak-anak bermain, gaya belajar, bahkan dalam berinteraksi sosial.
Dia mengutarakan dewasa ini tidak sedikit orangtua yang khawatir mengizinkan anak bermain di luar ruangan. Hal ini disebabkan berbagai kendala, seperti semakin sempitnya lahan di luar ruangan yang dapat digunakan untuk bermain.
Kendala lainnya ,lingkungan yang kurang aman, seperti ramainya kejahatan penculikan anak dan perilaku berbahaya pengemudi di jalan raya. Tak hanya itu, kesibukan orangtua pun dapat menjadi kendala sehingga kualitas kebersamaan antara orangtua dan anak untuk berinteraksi bersama alam relatif sedikit.
Pada kesempatan sama, dokter spesialis anak Buti A Azhali berpendapat senada penggunaan gawai pada anak berdampak negatif pada kesehatan anak di antaranya memengaruhi pola tidur, gangguan penglihatan, obesitas, bahkan dapat berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak.
Karena itu, Buti menyarankan permainan tradisional anak seperti engklek dapat membantu anak bermain di alam terbuka, melatih kebersamaan, dan melatih gerak fisik anak sehingga lebih sehat.
Sementara itu, Asisten GM Marketing Podomoro Park Tedi Guswana mengutarakan kegiatan seminar yang digelar bertujuan memberi pemahaman orangtua dalam membesarkan anak di era digital. Pihaknya turut peduli untuk mengedukasi orangtua memiliki lingkungan aman dan nyaman.
"Dengan kehadiran Kak Seto yang pakar dalam pendidikan anak semoga kegiatan kami bermanfaat memberi edukasi dan pencerahan bagi para orangtua dan peserta yang hadir guna mendidik anak lebih baik dan lebih sehat tidak terdampak negatif penggunaan gawai," pungkas Tedi. (RO/OL)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved