Indonesia masih Minim Peralatan Dini Bencana

(RF/PO/AR/N-1)
02/10/2018 08:25
Indonesia masih Minim Peralatan Dini Bencana
(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

GEOGRAFIS Indonesia yang berada di cincin api (ring of fire) Pasifik seharusnya dilengkapi dengan peralatan atau sistem pendeteksi dini bencana untuk mencegah jatuhnya korban jiwa apabila terjadi bencana alam sepeti gempa bumi dan tsunami.

Ternyata masih hampir di seluruh wilayah di Tanah Air belum dilengkapi dengan peralatan early warning system (EWS) terebut. Tak mengheran jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini korban jiwa dari yang luka-luka hingga meninggal dunia terhitung banyak jumlahnya. Sekadar menyebutkan, di Aceh, Lombok, dan baru-baru ini di Palu, Sulawesi Tengah.

Di Bangka Belitung yang merupakan provinsi kepulauan yang dikeliling laut luas, sangat disayangkan hingga saat ini belum memiliki alat pendeteksi tsunami. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, Mikron Antariksa, ada beberapa patahan atau sesar terdapat di sejumlah daerah di Provinsi Babel sehingga Provinsi Babel seharus dilengkapi dengan EWS dalam jumlah yang memadai.

Ketiadaan peralatan EWS juga terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah setempat memasang hanya satu peralatan EWS. Padahal, hampir setiap hari daerah ini diguncang gempa bumi meski dengan magnitudo di bawah 5 SR.

Keperluan akan peralatan EWS untuk NTT kian mendesak jika dilihat geografisnya yang memiliki 596 pulau dengan luas lautan 15,1 juta hektare. "EWS yang dimiliki NTT ini belum diuji, tetapi dalam keadaan on (hidup)," kata Kepala BPBD NTT Tini Thadeus, kemarin. Dijelaskan, satu alat EWS tsunami itu dipasang di pesisir Pantai Kelurahan Tanau dan Kota Kupang. Wilayah lainnya sama sekali belum ada.

Kebutuhan terhadap EWS juga harus diikuti perawatan yang memadai. Misal, setelah gempa dan tsunami pada 2004 di Aceh, peralatan EWS yang terpasang di lokasi strategis harus dirawat. BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kemarin, mendeteksi kerusakan peralatan penting itu. "Sekarang sedang perbaikan," ujar Kepala BMKG Mata Ie, Aceh Besar, Eridawati.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya