Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PUNCAK kekeringan yang disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir ini sering memantik titik api di kawasan hutan Wonogiri, Jawa Tengah. Kemarin, kebakaran melalap hutan Petak 13 RPH Cubluk Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogiri, pada pukul 10.00 Wib.
"Kepulan asap tebal bisa dilihat dari pemakaman umum Gerdu, Giriwono sekitar pukul 10.00. Begitu ada informasi dari Perhutani, maka Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonogiri langsung bergerak ke lokasi, dan membantu pemadaman," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) WOnogiri, Bambang Haryanto di sekitar lokasi kebakaran.
Kebakaran di kawasan hutan milik Perhutani ini belakangan menjadi lebih dominan ketimbang kawasan hutan rakyat yang tersebar di 13 kecamatan Wonogiri. Namun karena kesiapan dari petugas Perhutani yang dibantu warga dan juga relawan BPBD, pemadaman bisa berlangsung cepat.
Dua hari sebelum kebakaran Petak 13 RPH Cubluk, alas di Gunung Kukusan juga terbakar lebih hebat. Saat itu, TRC BPBD Wonogiri baru saja memadamkan api yang menghanguskan puluhan hektare kawasan hutan di Manyaran selama tiga hari.
Bambang menegaskan, jika musim kering dan angin kencang masih berlanjut, dikhawatirkan memunculkan titik api di kawasan hutan, baik milik rakyat maupun Perhutani. Bahkan permukiman di pinggir hutan juga ikut terancam. Sedikitnya selama musim kemarau sejak pertengahan Mei silam, kasus kebakaran hutan sudah terjadi lebih dari 50 kasus.
Akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dalam sepekan ini, warga Kota Palangka Raya, kemarin, mulai mengeluhkan bau asap. Seorang warga, Hernila di Kota Palangka Raya mengatakan kabut asap tipis dan bau asap akibat kebakaran sangat menggangu.
Hal yang sama dikatakan Yandi warga Perumnas Kota Palangka Raya yang berharap hujan turun agar kabut asap hilang. "Bau akibat kebakaran hutan dan lahan ini sudah mulai mengganggu," ujar dia.
Data BMKG Palangka Raya menyebutkan dari pukul 07.00-12.00 wib ditemukan 17 titik panas. Ada 12 titik yang terpantau oleh Satelit Terra berada di Kabupaten Pulang Pisau dan 2 titik di Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur juga 1 titik di Seruyan.
Kekeringan
Akibat kekeringan yang lain juga dirasakan ialah semakin menipisnya persediaan air bersih di 18 desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pihak BPBD Klaten memfokuskan pengiriman (droping) air guna membantu warga yang kesulitan air bersih. "Hingga saat ini, kami sudah menyalurkan 490 tangki ke 18 desa," kata Bambang Giyanto, Kalak BPBD Klaten, kemarin.
Dari Bali dilaporkan sekitar 40 hektare lahan sawah di Subak Budeng Kecamatan/Kabupaten Jembrana, terancam kekeringan menyusul belum turunnya hujan. Bahkan lahan seluas 8 hektare yang sudah ditanami padi oleh petani sudah kering.
"Kalau tidak segera dialiri air, kondisinya akan semakin parah," ujar Arya, seorang petani di daerah itu, kemarin. Dalam kondisi tersebut, dirinya tidak sampai menunggu turunnya hujan, melainkan berusaha memanfaatkan air sumur bor meski harus mengeluarkan tambahan biaya karena menghidupkan mesin pompa.
Namun sebagian petani lainnya ada yang membiarkan lahannya terancam kekeringan sambil menunggu hujan. Akibatnya sebagian tanaman padi tampak menguning dan terancam mati lantaran kekurangan air.(SS/JS/RS/RF/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved