Bandara Palu mulai Dibuka untuk Penerbangan Darurat

Lina Herlina
28/9/2018 13:30
Bandara Palu mulai Dibuka untuk Penerbangan Darurat
()

PASCAGEMPA dan tsunami di Donggala, serta Palu, Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9) siang, mulai bisa beroperasi. Hanya saja, masih terbatas untuk penerbangan darurat.

Pengoperasian bandara Palu berdasarkan NOTAM atau surat pemberitahuan yang diterbitkan Airnav Indonesia Cabang Utama Makassar.

"Iya, Bandara Palu sudah dibuka. Tapi hanya untuk penerbangan darurat, SAR, dan medivac atau kemanusiaan," ungkap Koordinator Operasional ATC Airnav Cabang Utama Makassar, Yuyun Nugraha, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Menurut Yuyun, Bandara Palu terdiri dari runway atau landasan sepanjang 2.250 meter. Usai gempa, terjadi kerusakan atau retakan pada jalur sepanjang 250 meter. Sedangkan sisanya dinyatakan bisa digunakan normal.

Gempa berdampak pada rusaknya sarana komunikasi dan navigasi Bandara Palu. Lantaran menara ATC Airnav di lantai empat roboh. "Tim sedang inspeksi menyeluruh agar dipastikan keselamatan penerbangan terjaga," ujar Yuyun.

Secara terpisah, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, Miftachul Munir, mengaku mendapatkan informasi awal soal ambruknya Jembatan Ponulele, yang merupakan salah satu ikon kota Palu.

Jembatan sepanjang 250 meter, dengan konstruksi penyangga melengkung tersebut, menghubungkan Kecamatan Palu Timur dan Palu Barat.

Tapi Munir belum bisa memastikan situasi secara rinci.

"Informasinya masih simpang siur, belum meyakinkan. Saya sementara dalam perjalanan dari Makassar ke Palu untuk mengecek langsung situasi di sana," seru Munir.

Munir menyatakan belum punya banyak informasi soal infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampa gempa. Sebab komunikasi di Palu dan sekitarnya terputus sejak Jumat malam. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya