Soal Status Tsunami, BMKG Sempat Kehilangan Kontak dengan Donggala

Antara
28/9/2018 23:25
Soal Status Tsunami, BMKG Sempat Kehilangan Kontak dengan Donggala
(MI/ROMMY PUJIANTO )

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati menyatakan hingga saat ini masih kehilangan kontak dengan masyarakat di Donggala, Sulawesi Tengah, sehingga belum bisa mengetahui pasti kondisi terkini di daerah itu.

"Kami kehilangan kontak dengan Donggala sejak pukul 14.00 WIB dan sampai sekarang belum berhasil," kata Kepala BMKG di Kantor BMKG Yogyakarta, Jumat (28/9) malam.

Menurut Dwikorita, sebelum gempa bumi dengan magnitudo 7,4 skala Richter setelah dimutakhirkan dari sebelumnya 7,7 SR, pada pukul 14.00 WIB telah terjadi gempa awal berkekuatan 5,9 SR.     

Sejak gempa awal tersebut, menurut dia, BMKG telah berupaya mengirim tim karena di Donggala tidak ada Stasiun BMKG. Kendati demikian, tim yang dikirim tidak berhasil masuk wilayah itu.    

"Tim kami tidak berhasil masuk karena memang dilaporkan ada kerusakan," kata dia.

Karena tim tidak berhasil masuk, kemudian BMKG meminta bantuan TNI dan Basarnas menuju Donggala. Hingga saat ini, menurut dia, hanya mendapatkan sepenggal dari TNI dan Basarnas melalui aplikasi WhatsApp (WA).

"Kami ada WA grup dengan TNI. Dari sini memang terlihat ada kerusakan bahkan di sana diinformasikan bandara (Donggala) tower-nya roboh," kata dia.

Sebelumnya, BMKG menginformasikan bahwa pascagempa bumi magnitudo 7,7 SR yang dimutakhirkan menjadi 7,4 SR pada 0.20 LS 119 BT pada kedalaman 11 kilometer di Donggala, Sulawesi Tengah, terpantau tsunami dengan ketinggian hingga 1,5 meter di Palu.

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 20.00 WIB terjadi 22 kali gempa susulan dengan kekuatan terkecil magnitudo 2,9 SR dan terkuat 6,3 magnitudo setelah gempa 7,7 SR yang berpusat di timur laut Donggala sekitar pukul 17.00 WIB. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya