Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 60 desa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sukses menggelar pemilihan kepala desa (pilkades). Pesta demokrasi di tingkat desa yang digelar sekali dalam enam tahun ini selalu dinanti-nanti oleh masyarakat Mabar.
Tak sedikit dari penduduk desa yang merantau ke berbagai provinsi, pulang kembali ke kampung halaman mereka untuk berpartisipasi di pilkades ini.
Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Mabar, Matheus Siagian, menyatakan, antusiasme masyarakat Mabar terhadap pilkades tahun ini sangat besar. Warga berdatangan ke tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di desa mereka masing-masing, memberikan hak suara, menaruh harapan pada calon mereka untuk enam tahun ke depan.
"Pilkades merupakan pesta demokrasi di bagian yang sangat dasar. Warga di masing-masing desa di Mabar ini, sangat mengenal calon mereka," ujar kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini, di Labuan Bajo, Kamis (27/9) malam.
Lebih lanjut Matheus menyatakan, unsur adat juga membuat pesta demokrasi tingkat desa terasa sangat intim bagi warga desa. Sebagai contoh, caleg dengan nomor urut 3 dari Partai NasDem ini merujuk pada ritual adat yang digelar pascakemenangan Stanislaus Rumi, kepala desa terpilih di Desa Wae Moto.
"Saya bahagia sekali, kemarin, saat melihat Pak Stanis kembali ke kampung ke rumahnya dengan diantar warga satu kampung. Sesampainya di rumah, ritual adat siram beras serta potong ayam pun dilakukan setelah kemenangan yang diraih Pak Stanis. Tangisan air mata bahagia di pipinya, saya pun turut merasakan bahagia," ungkap Matheus, yang kesehariannya berkiprah di industri pariwisata Komodo ini.
Matheus pun yakin keberhasilan Stanislaus yang dipercaya kembali untuk memimpin desanya dapat tertular pada dirinya. Meski bakal bertarung di tingkat legislatif Mabar, Matheus dan Stanislaus memiliki nomor urut yang sama, yakni 3.
"Tua Golo (pemangku adat) di Wae Moto menyatakan kepada kami berdua, bahwa nasib kami sudah terikat menjadi satu. Saya dengan Pak Stanis sama-sama mengikuti acara adat yang dibuat bersama sebelum pilkades dilangsungkan," katanya.
"Keterikatan kami ini diharapkan bisa berlanjut, dengan kepercayaan masyarakat Mabar pada tahun depan di tingkat legislatif," demikian Matheus. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved