Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH banyaknya penolakan orang tua/wali murid pada sekolah-sekolah di Sumatra Selatan sebagai salah satu penyebab capaian vaksinasi measles rubella (MR) di sana sangat rendah. Sebagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi target vaksinasi MR itu, termasuk resosialisasi yang melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo mengatakan pihaknya sudah mengimbau semua Kepala Dinas Pendidikan di kabupaten/kota agar meminta seluruh sekolah tingkat dasar di daerahnya segera melaksanakan vaksinasi MR. Tentunya hal itu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. “Kami sudah mengimbau disdik di 17 kabupaten kota di Sumsel untuk meminta sekolah dasar di bawah naungannya melaksanakan vaksinasi MR,” ucapnya.
Widodo mengakui selama ini ditemukan banyaknya penolakan vaksinasi MR oleh orangtua murid karena informasi yang simpang siur dan cenderung negatif. Untuk itu, imbuhnya, diperlukan penjelasan yang memadai oleh pihak otoritas dalam hal ini MUI dari sisi kehalalannya dan dinkes dari sisi jaminan kemanfaatan serta ketiadaan efek negatifnya bagi anak yang bakal diimunisasi.
Capaian vaksinasi MR di Palembang itu tercatat masih minim, hingga kemarin baru sekitar 35% dari 400 ribu anak. Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Fauziah mengakui hal itu dan mengungkapkan penyebabnya ialah masih banyak penolakan orang tua/wali murid yang didasari dampak dari status kehalalannya. “Masyarakat masih termakan isu fatwa haram. Padahal, MUI telah me-ngeluarkan fatwa baru yang memperbolehkan imunisasi MR,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga menemukan masih ada sekolah yang belum mau mengadakan imunisasi MR sehingga tidak bisa dilakukan imunisasi di seluruh sekolah. Untuk itu, ujar Fauziah, pihaknya juga tengah melakukan resosialisasi dengan mengajak MUI agar masyarakat mengerti dan lebih tahu dampak imunisasi MR ini. “Kami harap dengan upaya yang dilakukan ini mampu mencapai target hingga akhir Oktober mendatang,” pungkasnya.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di Kota Kupang, cakupan imunisasi MR hingga kemarin sore telah mencapai 88,84% atau 93.092 anak dari sasaran 104.787 anak. Persentase itu hampir sama dengan cakupan MR tingkat provinsi sebesar 88,5%.
Dari cakupan MR, NTT me-nempati urutan ketiga terbesar setelah Papua Barat 95,64%, dan Bali 90,49%. Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinkes Kota Kupang Sri Wahyuningsih memastikan seluruh puskesmas di daerah itu akan mencapai imunisasi MR 100% dalam waktu dekat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved