Ini Cara RSUD Tarutung Tetap Bisa Layani Pasien Meski BPJS Kesehatan Menunggak Rp16 Miliar

Januari Hutabarat
28/9/2018 17:02
Ini Cara RSUD Tarutung Tetap Bisa Layani Pasien Meski BPJS Kesehatan Menunggak Rp16 Miliar
(Januari Hutabarat)

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Ganda Nainggolan memastikan pelayanan kesehatan ke pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak terganggu.

Meskipun, jelas Ganda saat ditemui Jumat (28/9), BPJS Kesehatan sejak Juni masih menunggak pembayaran dengan nilai total sekitar Rp16 miliar.

Ganda menjelaskan, pelayanan maupun ketersediaan obat tidak terganggu karena pihak RSUD Tarutung memiliki dana deposito sebesar Rp9 miliar. "Dana tersebut akan kami gunakan untuk operasional serta ketersediaan obat obatan sebelum
BPJS mencairkan klaim dana," kata dia.

Dia menjabarkan, deposito itu adalah hasil pengumpulan dana sejak Agustus 2014, yakni sejak dirinya menjabat direktur RSUD. "Prinsip efektif dan efisien untuk membangun praktik bisnis yang sehat. Sehingga, saya harus meminimkan pengeluaran yang tidak perlu serta menambah pendapatan," kata dia.

Untuk mencapai target itu, menurut dia, pelayanan harus diperbaiki sehingga rumah sakit tersebut menjadi tujuan orang untuk berobat. "Yang harus digarisbawahi adalah jangan pernah mendahulukan kepentingan pribadi serta keuntungan pribadi," ujarnya.

Sehingga, imbuh dia, RSUD Tarutung tetap dapat mendahulukan pelayanan ketimbang mengeluhkan persoalan dana walaupun BPJS Kesehatan terlambat membayaran klaim. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya