423 Desa Alami Kekeringan Permanen

(AB/LD/N-1)
27/9/2018 23:45
423 Desa Alami Kekeringan Permanen
( ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

KEKERINGAN di sejumlah daerah di Jawa Timur dirasakan sangat parah. Sebanyak 423 desa yang tersebar di 29 kabupaten/kota mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Dari total 423 desa tersebut, sebanyak 199 desa mengalami kekeringan dan krisis air bersih secara permanen.

Untuk menanggulanginya, Pemprov Jawa Timur telah berupaya menggunakan sejumlah cara, baik melalui distribusi air bersih bekerja sama dengan pemerintah daerah beserta pihak yang lain maupun berupaya mengatasinya secara permanen.

Gubernur Jawa Timur ­Soekarwo mengemukakan hal itu saat menghadiri ­serah terima jabatan Bupati Pasuruan dari Abd Hamid kepada M Irsyad Yusuf di DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis (27/9).
“Dari 423 desa itu, yang 224 desa bisa diselesaikan tahun ini dengan membuat sumur-sumur air untuk mengangkat air bawah tanah ke permukaan,” ujar Soekarwo.

Upaya penyelesaian permanen untuk 224 desa itu hingga saat ini masih dilakukan Pemprov Jatim dan ditargetkan selesai pada 2018 ini.

Namun, untuk 199 desa yang mengalami krisis air bersih secara permanen, Soekarwo mengakui bahwa pihaknya masih belum bisa menyelesaikannya hingga 2018 ini.

“Karena desa-desa itu benar-benar tidak memiliki cadang-an ABT, tidak ada air sama sekali di bawahnya, seperti di Camplong Pamekasan,” terangnya.

Krisis air bersih yang disebabkan kemarau panjang yang diikuti kekeringan yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah, dirasakan juga semakin meluas. Hingga kini, setidaknya ada 41 ribu jiwa atau 13,5 ribu keluarga lebih yang mengalami krisis air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap terus berusaha mengatasinya dengan menyuplai bantuan air bersih. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap Martono mengatakan pihaknya telah menyalurkan lebih dari 280 tangki air bersih untuk 32 desa yang tersebar di 12 kecamatan. (AB/LD/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya