Papua Barat yang Pertama Capai Target Imunisasi MR

(Ind/RS/DW/JH/YH/PO/RK/RF/N-3)
28/9/2018 01:15
Papua Barat yang Pertama Capai Target Imunisasi MR
(ANTARA FOTO/Ampelsa)

PAPUA Barat menjadi provinsi yang memiliki cakupan imunisasi measles rubella (MR) tahap II tertinggi, sekaligus provinsi pertama dengan ca-kupan mencapai 95% sasaran. Data Kementerian Kesehatan per 26 September 2018 pukul 18.00 WIB menunjukkan ca-paian Papua Barat 95,19%.

Secara nasional, hingga 26 September 2018 pukul 18.00 WIB, data rata-rata cakupan pemberian imunisasi MR mencapai 52,71%. Hal itu masih berada di bawah target yang diharapkan yakni 95% dari seluruh sasaran. Hingga saat ini, ada lima provinsi dengan cakupan imunisasi tertinggi, yaitu Papua Barat (95,17%), Bali (89,64%), Sulawesi Utara (78,73%), Lampung (77,49%), dan Nusa Tenggara Timur (77,43%).

Beberapa provinsi yang hingga saat ini capaian imunisasinya masih berada di bawah rata-rata nasional antara lain Aceh (4,94%), Riau (27,96%), Sumatra Barat (28,24%), Nusa Tenggara Barat (38,29%), Kalimantan Selatan (38,61%), Sumatra Utara (39,92%), Bangka Belitung (42,31%), dan Kepulauan Riau (44,57%).

Untuk memaksimalkan capaian imunisasi MR, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi meminta kerja sama semua pihak untuk mengejar capain tersebut. Target itu tidak akan terwujud jika masih ada kepala daerah, masyarakat, ataupun pemangku kepentingan lain yang masih melakukan penolakan. “MUI mengimbau  kelompok masyarakat yang masih belum bisa menerima program imunisasi vaksin MR ini dengan baik untuk tetap bersikap adil dan proporsional,” ujar Sa’adi.

Soal imbauan MUI, Kadinkes Provinsi Sumsel Lesty Nuraini mengaku terus menggalang kembali komitmem lintas sektor dan dukungan tingkat kabupaten dan kota untuk vaksinasi MR. Kadinkes Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir dan Kadinkes Provinsi Bangka Belitung Mulyono Susanto menyatakan senada. Mereka terus membangun  kesadaran warga dan jemput bola hingga ke pelosok desa melalui posyandu.

Kadinkes Sumbar Merry Yuliesday mengakui rendahnya realisasi vaksinasi MR karena masih rendahnya pemahaman orangtua tentang manfaat vaksin bagi anak-anaknya. “Kami terus melakukan pendekatan persuasif kepada orangtua untuk suksesnya program vaksinasi MR,” tandasnya.

Di sisi lain, Kadinkes Provinsi Bali I Ketut Suarjaya yakin capaian imunisasi MR bisa melampaui target 95% dari total sasaran. “Kami sangat optimistis melampaui target, bahkan bisa di atas 100%. Sepekan lalu sudah 82%,” ujar Suarjaya. (Ind/RS/DW/JH/YH/PO/RK/RF/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya