Kemenkominfo Gelar Sosialisasi CIIP di Bali

Micom
24/9/2018 14:50
Kemenkominfo Gelar Sosialisasi CIIP di Bali
(Ist)

DIREKTORAT Aplikasi Informatika bersama Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dan PT Xynexis International, perusahaan bidang keamanan siber, menggelar sosialisasi dan simposium ketiga perlindungan informasi infrastruktur bagi sektor strategis nasional atau Critical Information Infratructure Protection (CIIP-ID Summit) di Trans Resort Hotel Seminyak, Bali, 19-20 September lalu.

Pada kesempatan itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semmuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, secara struktur dalam sektor ICT ada di Kemenkominfo, tetapi sektor lain seperti perhubungan, ESDM, keuangan, dan lain-lain berinduk pada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Mengenai penanggung jawab nasional untuk pertahanan siber, BSSN sebagai institusi yang akan membangun infrastrukturnya. Sektor-sektor membuat CIIP. Semuanya nanti melapor kepada BSSN, karena CIIP sektor semua bermuara di BSSN," ujar Semmuel dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/9).

BSSN merupakan lembaga yang langsung berkoordinasi di bawah Presiden selevel dengan kabinet. Koordinasi dilakukan dengan semua kementerian di dalam kabinet termasuk pada industri kritis nasional.

Deputi Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Marsekal Muda Asep Chaerudin MA SS, mengatakan, penyelenggaraan simposium CIIP sangatlah positif, karena ini menyangkut salah satu sektor yang menjadi tanggung jawab BSSN sesuai Pepres Nomor 53 Tahun 2018 yaitu terkait dengan koordinator keamanan negara menjadi sebuah tanggung jawab nasional di bawah BSSN.

"Salah satu sektor yang menjadi tanggung jawab BSSN ialah sektor pemerintah (baik pusat maupun daerah} selain bertanggung jawab pula pada sektor informasi kritis," ujar Asep.

VP Information Security PT Telkomsel, Yohanes Glen Dwipajana, berharap setelah simposium CIIP-ID 2018, akan muncul kerja sama dan koordinasi yang lebih erat antarlembaga maupun lintas sektoral serta mendapat masukan yang berguna bagi pemerintah juga pelaku bisnis lainnya.

"Harapan saya sebagai pelaku bagian industri telekomunikasi, dan bagian dari sektor kritis terkait pengelolaan informasi komunikasi, bisa segera mendapat standarisasi atau petunjuk teknis untuk teknologi terutama dalam sisi sekuritinya," ujar Yohanes.

Eva Noor dari PT Xynexis International mengatakan, mengingat pentingnya ketahanan siber di Indonesia, sektor ICT setuju bersama membuat forum bernama Indonesia ICT-ISAC. Indonesia ICT-ISAC (Information Sharing and Analysis Center) merupakan forum berbagi informasi tentang isu, ancaman, kerawanan, risiko, counter measure cybersecurity di sektor TIK, yang berbasis sukarela serta beranggotakan sektor pemerintah dan swasta.

Anggota Indonesia ICT-ISAC terdiri atas PT Telkom, PT Telekomunikasi Seluler, PT Indosat, PT XL Axiata, PT Smart Telecom, PT Xynexis International, APJII, PwC, KPMG, PT Aplikanusa Lintasarta, PANDI, PT Data Sinergitama Jaya (Elitery), dan PT Sampoerna Telematika. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya