Banyak Turis Langgar Tempat Suci

Arnoldus dhae
22/9/2018 05:20
Banyak Turis Langgar Tempat Suci
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

BANYAKNYA pelanggaran, yang dilakukan wisatawan terhadap wilayah suci agama Hindu di Bali, membuat masyarakat marah. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan regulasi untuk melindungi kawasan suci di Bali.

Masalah pelanggaran ini mengemuka saat rapat bersama antara Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI), tokoh masyarakat, Peradah Bali, pimpinan Paiketan, sertaPerhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Bali,  Jumat (21/9).    

Belum lama ini seorang turis dari Denmark sedang jongkok di pelinggih Pura Luhur Batukaru dan menjadi viral di media sosial.

Sebelum rapat gabungan dengan Wakil Gubernur Bali, tokoh-tokoh itu telah membuat kesepakatan yang intinya mendesak eksekutif dan legislatif untuk membuat regulasi tentang perlindungan tempat suci dan kawasan suci di Bali.

Ketua Parasada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali I Gusti Ngurah Sudiana sekaligus perwakilan peserta mengharapkan pemerintah bisa mengembalikan fungsi pura sebagai tempat suci atau sembahyang. “Kami juga meminta pemerintah untuk memfasilitasi Desa Pakraman dan PHDI untuk melakukan pengelolaan tempat suci, ujarnya,  Jumat (21/9).    

Para perwakilan masyarakat juga mendesak agar kasus wisatawan di Pura Batukaru diproses hukum oleh Polda Bali. Saat menanggapi hal itu,Wakil Gubernur Cok Ace sepakat bahwa kesucian pura di Bali harus dijaga. Ia menegaskan Pemprov Bali segera mengambil langkah strategis berupa keluarnya regulasi untuk menjaga kesucian pura. Ia juga akan mengevaluasi sistem pariwisata di Bali. “Apa karena kita terlalu terbuka dengan wisatawan sehingga terlalu banyak yang datang. Memang kualitas wisatawan yang datang sekarang ini berbeda dengan dahulu,” kata Cok Ace.

Kerja sama dengan India
Masih terkait pariwisata di Bali, India dan Provinsi Bali meningkatkan kerja sama di sektor pariwisata dan pendidikan. Konsul Jenderal India, Sunil Babu, saat bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar Jumat (21/9), mengatakan India ialah negara yang tidak menge­luarkan travel advisory untuk warganya yang ingin berwisata ke Pulau Dewata itu.

Sunil menyebutkan saat Bali dilanda erupsi Gunung Agung dan gempa besar melanda Lombok, pemerintah India tidak mengeluarkan larangan bagi warganya untuk bertamasya ke Pulau Bali. “Saya selalu meyakinkan kalau Bali dalam kondisi aman sehingga kunjungan pariwisata ke Bali tetap normal,” kata Sunil Babu.

Dia menambahkan banyak wisatawan dari India ke Bali mendapatkan kemudahan-kemudahan layanan. Efek positif ini juga berimbas meningkatnya jumlah kunjungan warga Bali ke India. Selain itu, India menggratiskan visa bagi para turis  Indonesia ke India.

Pada bagian lain Bandara El Tari di Kupang, Nusa Tenggara Timur, akan menjadi tempat parkir pesawat-pesawat yang mengangkut tamu pada acara Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali. “Saat ini kegiatan perluasan apron bandara untuk tempat parkir pesawat lebih dari 90%,” kata General Manager PT Angkasa Pura Bandara El Tari, Barata Singgih Riwahano. (RS/PO/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya