Sengitnya Menuju Kursi Legislatif

(Tim Media/N-1)
21/9/2018 08:25
Sengitnya Menuju Kursi Legislatif
(MI/MOHAMAD IRFAN )

PEREBUTAN kursi legislatif di segala tingkatan (DPRD II, DPRD I, dan DPR) dipastikan akan berlangsung sangat ketat setelah, kemarin, KPU setempat mengumumkan daftar calon tetap (DCT) legislatif. Persaingan tidak hanya terjadi antarpartai politik, tetapi juga berlangsung di internal parpol.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Selatan, kemarin, mengatakan DCT untuk DPRD Sumsel ada 1.014 orang. "Kami telah mengeluarkan DCT nama-nama calon yang melaju di DPRD Sumsel untuk memperebutkan 75 kursi. Untuk rinciannya, yakni 608 orang calon laki-laki dan 406 calon perempuan, dengan keterwakilan perempuan secara keseluruhan dalam partai politik ialah 40,04%," terangnya.

Komisioner KPU Sumsel Ahmad Naafi mengatakan DCT ini akan diumumkan pada 21 - 23 September mendatang. Kerasnya persaingan berebut kursi legislatif juga disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Bangka, Zulkarnain Alijudin, ada 461 DCT akan bersaing. Dia memastikan dari DCT itu semua persyaratan sudah dipenuhi oleh para calon legislatif yang akan ikut Pemilu 2019. Selanjutnya para caleg dalam DCT ini bisa melaksanakan kampanye mulai 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Sementara itu, KPU Provinsi Lampung kemarin mencoret dua nama caleg karena dinilai tidak memenuhi syarat. Mereka ialah Daroni Mangku Alam Dapil VII (Lampung Tengah) dari Partai Demokrat dan Endro Lukito Dapil III (Metro, Pesawaran dan Pringsewu) dari PKB.

Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Hukum M Tio Aliansyah mengatakan pencoretan dua nama caleg tersebut dilakukan setelah proses validasi terhadap 973 caleg provinsi rampung sehingga DCT yang ditetapkan hanya 971 caleg.

Terkait persyaratan pencalonan, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, kemarin resmi mengundurkan diri dari jabatannya karena maju sebagai caleg DPR dari Partai Golkar untuk Dapil Riau 1. Gubernur yang akrab disapa Andi Rachman berpamitan kepada para ASN Pemprov Riau yang berkumpul di halaman Kantor Gubernur Riau.

"Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak/ Ibu semua atas kerja samanya selama ini. Saya memohon maaf apabila ada kesalahan," ungkapnya. Andi Rachman efektif menjabat Gubernur Riau sejak 25 September 2014. Andi yang pada awalnya Wakil Gubernur menggantikan Gubernur Riau Annas Maamun yang kena OTT KPK atas kasus suap ranperda RTRW Riau.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya