Di Penghujung Kemarau, Krisis Air Bersih Meluas

(YK/CS/LD/AU/N-3)
20/9/2018 23:30
Di Penghujung Kemarau, Krisis Air Bersih Meluas
(. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

SAAT kemarau tahun ini sejumlah daerah mengalami kekeringan cukup parah, seperti di Kabupaten Bojonegoro, Jatim; Kabupaten Karawang, Jabar; dan Kabupaten Gunung, Daerah Istimewa Yogykarta (DIY) dan Blora, Jateng. Daerah-daerah itu mengalami kelangkaan air bersih.

Di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jatim, krisis air bersih semakin meluas. Tahun lalu hanya menimpa 10 kecamat­an, kini terjadi di 13 kecamatan meliputi 43 desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus menyuplai air berbih ke kawasn terdampak.
“Ya, sudah 43 desa di 13 kecamatan yang krisis air bersih,” kata Plt Kepala Pelaksana Kantor BPBD Pemkab Bojonegoro, Nadif Ulfia, Kamis (20/9).

Ke-13 kecamatan yang terdampak kekeringan itu, yakni Dander, Kedunga­dem, Kepohbaru, Sugihwaras, Temayang, Bubulan, Ngasem, Ngambon, Kasiman, Kapas, Sumberrejo, Ngraho, dan Kecamatan Gayam. Sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih itu di antaranya Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Desa Megale Kecamatan Kedungadem, dan Desa Wedoro di Kecamatan Sugihwaras. Pihaknya bersama instansi terkait terus mengirimkan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan.

Proses pengiriman air bersih itu, lanjut dia, dilakukan bergilir. Dengan pertimbangan keterbatasan armada mobil tangki yang dimilikinya. Namun, upaya pengiriman terus dilakukan secara optimal, terutama kawasan yang sangat membutuhkan akan diprioritaskan.

Kondisi serupa dialami 14.485 jiwa warga di tiga kecamatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Selama kurang lebih tiga bulan terakhir, mereka  hanya mendapatkan sumber air bersih dari bantuan BPBD setempat. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Imat Ruchimat, meraka yang terdampak kekeringan tinggal di 14 desa di tiga kecamatan. Tempat itu merupakan wilayah dataran­ perbukitan di Karawang.

Ruchimat mengatakan beberapa wilayah yang terdampak kekeringan di antaranya Desa Jatilaksana, Mulangsari, Tamansari, Tamanmekar, Cintaasih, dan Kertasari yang berlokasi di Kecamatan Pangkalan. Untuk yang berada di Kecamatan Tegalwaru, yakni Desa Kutalanggeng, Cintalanggeng, Cintalaksana, Cintawargi, Wargasetra, Cigunungsari, dan Cipurwasari. “Kalau di Kecamatan Ciampel, hanya satu desa, yakni Desa Parungmulya,” kata Ruchimat.

Di Banyumas, Jateng, BPBD setempat masih menyuplai air bersih untuk wilayah yang mengalami kekeringan. Tercatat sudah didistribusikan sebanyak 760 tangki dengan masing-masing tangki sebanyak 5 ribu liter. Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo mengatakan ada 31 desa yang terbesar di 10 kecamatan masih mengalami krisis air bersih. “Kami masih menyuplai air bersih ke sana,” jelasnya,

Menurut Kusworo, pihaknya masih akan terus menyuplai air bersih untuk daerah yang masih mengajukan permintaan bantuan air bersih. “Meskipun sudah ada hujan, kalau permintaan diajukan, BPBD bakal mendistribusikannya,“ katanya.

Disisi lain, BPBD Gunungkidul DIY mengaku kesulitan mendistribusikan air bersih ke kawasan Gedangsari dan Ngawen karena medan yang berbukit-bukit dan minimnya wadah penampungan air. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edi Basuki, kemarin, mengatakan Kecamatan Gedangsari yang berada di kawasan utara juga mengalami kesulitan air bersih. (YK/CS/LD/AU/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya