Pengoplosan Gas Tabung 3 Kg Terungkap

. (DY/N-3)
20/9/2018 04:00
Pengoplosan Gas Tabung 3 Kg Terungkap
(MI/Denny Susanto )

KEPOLISIAN Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) membongkar praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram (kg). Terbongkarnya praktik haram ini, karena lebih dua bulan di Kalsel terjadi kelangkaan gas yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu tersebut. Kepolisian kemudian menurunkan tim menginvestigasi masalah kelangkaan tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Polda Kalsel, Irjen Yazid Fanani, saat gelar pra-Operasi Mantab Brata dan pemusnah-an barang bukti narkoba di Banjarbaru, Rabu (19/9).

“Kami juga membongkar praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi dengan lokasi di sebuah kompleks perumah-an Permata Indah Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Praktik penyimpangan gas ini diduga telah berlangsung lama dan merugikan masyarakat,” ujar Fanani.

Dalam operasi yang digelar Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Kalsel tersebut, jelas Fanani, pihaknya menangkap tersangka bernama Syaifullah sekaligus pemilik rumah yang dijadikan tempat peng-oplosan tersebut. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa lima tabung gas 12 Kg yang sudah terisi. Enam tabung kosong ukuran 12 kg, 23 tabung gas 3 kg masih berisi dan 18 sudah kosong, pipa penyulingan, regulator, label perusahaan distributor gas PT Goautama Sinar Batuah dan PT Sumber Kuin Alalak Raya.

Tersangka yang kini ditahan di Markas Polda Kalsel terancam hukuman penjara lima tahun dan denda maksimal Rp2 miliar sesuai ketentuan Pasal 62 jo Pasal 8 ayat 1 UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Terkait pengungkapan ini, Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Kalsel, Syaibani mendukung tindakan Polda Kalsel. Karena praktik penyimpangan BBM dan gas sangat merugikan masyarakat. “Apalagi sampai saat ini kondisi kelangkaan dan melambungnya harga gas 3 kilogram di Kalsel masih terjadi. Padahal kami terus menggelar operasi pasar,” kata Syaibani.

Kelangkaan dan melambungnya harga gas 3 kilogram ini dikeluhkan masyarakat dan pelaku UMKM di Kalsel. Harga gas yang melambung disusul naiknya harga kebutuhan pokok telah mempengaruhi usaha masyarakat. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

Di lapangan harga gas 3 kilogram berkisar antara Rp25.000-Rp30.000 per tabung. Harga ini jauh menurun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp40 ribu-Rp45 ribu per tabung. Kebutuhan gas masyarakat di Kalsel per harinya sebesar 300 ton.

“Padahal harga normal gas 3 kg itu sekitar Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per tabung. Kondisi ini memperberat usaha kami,” kata Syamsuri, pedagang gorengan.

Selain kelangkaan gas 3 kilogram, BBM jenis solar juga sulit didapat di Kalsel. Hal ini biasanya terkait aktivitas tambang ilegal yang kembali ramai di sejumlah daerah. (DY/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya