Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KARAKTERISTIK topografi di Indonesia yang beragam dinilai sangat sesuai untuk mengunakan teknologi terowongan dalam pengembangan sistem transportasi massal. Demikian salah satu kesimpulan dalam Seminar Nasional Terowongan yang diselenggarakan Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR di Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/9).
Menurut Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, keragaman topografi di pulau-pulau besar, seperti Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua umumnya terdiri dari dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan, sedangkan beberapa kota besar, seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, dan kota-kota di Kalimantan yang dalam waktu tidak lama lagi harus mengembangkan sistem transportasi mereka karena tuntutan penduduk dan keterbatasan lahan, terletak di dataran aluvial, berpasir, dan gambut yang mempunyai karekteristik tanah lunak.
Ditjen Bina Marga juga mencatat rendahnya kualitas, geometrik, dan kapasitas jalan di perkotaan yang tidak mampu mengikuti pertumbuhan kendaraan bermotor mengakibatkan kinerja waktu tempuh (jam/100 km) saat ini berkisar 2,7 jam/100 km. Hal itu, berdampak pada tingginya biaya logistik yang berujung pada penurunan daya saing.
“Untuk dapat menurunkan waktu tempuh, tentunya pemilihan teknologi, seperti cutting/embankment, jembatan, dan terowongan menjadi hal yang menarik untuk didiskusikan,” ucap Sugiyartanto.
Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Iwan Zarkazi menambahkan, dari risiko gempa di Indonesia, teknologi terowongan ternyata lebih tahan gempa jika dibandingkan dengan jembatan. Sementara itu, ahli terowongan dari Tokyo Metropolitan University, Jepang, Nobuharu Isago, memaparkan penggunaan teknologi terowongan di negaranya berkarakteristik topografi, densitas penduduk, dan risiko gempa yang sama dengan Indonesia.
“Teknologi terowongan dapat menjadi rujukan dalam penyiapan kebijakan dan kebutuhan sistem transportasi ke depan dan dapat dipilih sebagai solusi terhadap masalah transportasi,” ujarnya. (Sto/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved