Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, menemukan satu kasus pasien positif rubela.
Pasien yang terdeteksi mengidap rubela bernama Nayla Putri, 14 bulan, anak pasangan Yuli dan Niko, warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Yuli mengungkapkan anaknya mulai mengidap rubela pada usia 6 bulan. Saat ini pendengaran dan penglihatan Nayla terganggu. “Kondisinya berbeda pada anak umumnya, pendengaran dan penglihatanya terganggu dan tidak ada reaksi,” kata Yuli, Selasa (18/9).
Yuli pun mengaku, mereka sudah berupaya untuk melakukan pengobatan anak pertamanya tersebut. Namun, hingga saat ini belum banyak perubahan. Dari hasil pemeriksaan di RS Toboali dan RS Timah, dokter menyatakan Nayla positif terinfeksi Rubella.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bangka Selatan, Didi Nopriandi, mengatakan kasus warga mengidap rubela di Bangka Selatan baru pertama kali ditemukan. “Kita sudah lakukan pendataan. Saat ini kita coba tindaklanjuti untuk penanganan sisi medisnya. Baik dukungan moril maupun material,” ujarnya.
Dari Kota Palembang, Sumatra Selatan, meski sosialisasi vaksinasi measles rubella terus ditingkatkan, realisasinya masih rendah. Hingga 17 September lalu, pencapaian vaksinasi MR belum menyentuh 50%.
“Sampai saat ini pencapaian vaksinasi MR baru 25,2%, atau baru 92 ribu anak dari 400 ribu anak di Kota Palembang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia.
Meski demikian, Letizia optimistis pencapaian imunisasi bisa memenuhi target. Ia akan terus melakukan sosialisasi pentingnya vaksinasi MR tersebut.
Sebaliknya, Provinsi Bali optimistis mencapai target minimal 95% imunisasi vaksin MR. Berdasarkan data hingga kemarin, realisasi imunisasi MR di Bali sudah mencapai 82% dari total sasaran sebanyak 962.810 orang.
Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengapresiasi Fatwa MUI soal vaksin Rubela karena MUI sama sekali tidak mempersoalkan proses dan bahan baku vaksin tersebut. “Dibanding antara manfaatnya dan mudaratnya maka semua orang pasti sudah tahu. Kami di bidang kesehatan tidak ingin agar anak-anak Indonesia cacat karena Rubela. Kami tidak ingin agar anak anak Indonesia meninggal karena campak. Ini bisa dicegah dengan imunisasi yang spesifik agar generasi bangsa bisa diselamatkan,” ujarnya di Kuta. (RF/DW/RS/OL/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved