Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MIRAS oplosan kembali memakan korban. Dua pelajar berinisial ADM, 16, warga Sindangkasih, dan AR, 17, warga Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tewas usai menenggak miras oplosan di rumah DW, 18, warga Perumahan Leuwidahu, Kota Tasikmalaya.
Ketiga anak muda ini langsung kejang-kejang seusai menenggak miras oplosoan. Ketiganya langsung dibawa ke RS Jasa Kartini sejak Jumat (14/9). Namun, ADM meninggal saat itu, sedangkan rekannya, AR, meninggal pada Minggu (16/9), sedangkan DW saat ini dalam kondisi kritis.
Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Ciamis. Dua anak muda tewas sia-sia setelah menenggak miras oplosan bersama 11 temannya di sebuah kebun, dekat permakaman di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Kedua korban bernama IMN, 14, dan RZL, 19. Keduanya sempat dirawat di Puskesmas Panumbangan, tetapi nyawa mereka tidak tertolong.
Kapolsek Panumbangan, AKP Tata Ruhiadi Widodo, mengatakan selain dua orang meninggal, dua orang lainnya berinisial RUD, 22, dan TGR, 15, kini masih dirawat di puskesmas. “Kami telah meminta keterangan para saksi yang ikut melakukan pesta miras. Mereka mengaku telah meracik minuman serbuk energi dicampur alkohol 70% dan ditambah air mentah,” terang Tata.
Berdasarkan kesaksian, setelah pesta miras pada Sabtu (15/9), para korban masih melanjutkan pesta hingga pagi. Bahkan, mereka menambahkan berbagai suplemen dicampur alkohol 70%.
Masih terkait dengan miras, Polsek Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyita puluhan liter tuak dan puluhan botol minuman keras di sejumlah warung di Desa Karangtengah dan Bojongsari, Kecamatan Kembaran.
Kapolsek Kembaran Ajun Komisaris Sumpening mengatakan miras yang disita berupa 70 liter tuak, 12 botol anggur, dan 24 anggur merah. (AD/LD/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved